Suatu ketika persediaan padi di lumbung menipis. Nawang Wulan mengangkat seikat padi, ia lihat sebuah selendang berada dibawahnya.
“Ini selendangku!”,seru Nawang Wulan. Jaka Tarub minta maaf, karena telah mencurinya. Nawang Wulan ingin segera pulang ke Kahyangan, dan sebagai kenang-kenangan adalah seorang anak yang dilahirkan bernama “Nawangsih”. Nawang Wulan segera mengenakan selendang dalam sekejap ia membumbung tinggi hilang di balik awan.Jaka Tarub sangat sedih dan terharu. akhirnya mereka berpisah.