Tanaman gambir (Uncaria gambir Roxb.) merupakan tanaman yang dibudidayakan secara regenerasi atau turun temurun di Kabupaten Pakpak Bharat. Manfaat ekstrak gambir sebagai bahan industri farmasi maupun tradisional cukup diminati sehingga peluang pasar gambir cukup terbuka baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Potensi lahan dan peluang pengembangan gambir cukup tinggi, hal ini dalam penggunaan lahan perkebunan seluas 1.225 ha dan optimalisasi lahan kering seluas 16.049,6 Ha (Pakpak Bharat Dalam Angka, 2013). Pengembangan komoditas gambir di Kabupaten Pakpak Bharat cenderung terus meningkat, sehingga perlu dilakukan pengkajian pewilayahan komoditas untuk kesesuaian lahan untuk melihat arah lokasi pengembangan yang sesuai. Pengkajian ini dilakukan dengan memanfaatkan program ALES (Automated Land Evaluation System). Pelaksanaan komputasi dilakukan dengan mengimport data SDPLE (Standard Procedure for Land Evaluation) atau data yang sudah tersedia dalam format Excell ke program ALES. Penyajian hasil evaluasi lahan dalam wujud spasial atau peta dilakukan dengan cara mengimport data tabulasi kedalam format GIS (Geographical Information System). Penyajian peta kesesuaian lahan skala 1 : 50.000 dibuat berdasarkan jenis komoditas pertanian dengan menggunakan program ArcView.