Begitulah pengumuman kepala sekolah saat hari pembagian raport.
Dengan rasa syukur aku melangkah maju untuk menerima penghargaan.
Sungguh aku tidak menyangka aku bisa meraih prestasi yang selama ini tak berani tak sabar ingin bertemu orangtua.
Lima belas menit terbuang sudah untuk menunggu mobil angkot yang bisa membawaku menuju ke rumah.
Di dalam angkot suasana sangat ramai, semua bercerita tentang nilai raport mereka.
Aku hanya diam dan tersenyum melihat mereka.
Ceritaku, kupendam dalam hati saja agar kelak bisa ku tumpahkan pada Ayah dan Ibu.
Aku terjedak dalam lamunanku sendiri, teringat setahun yang lalu saat aku duduk di kelas sepuluh.
Jangankan mendapatkan posisi di lima besar, berada di peringkat 5 terbawah pun aku sangat senang, Setidaknya ada yang lebih akhir peringkatnya dariku(sedikit menertawakan diri).
Tak disangka rumahku sudah dekat, dan benar saja saat tiba di rumah langsung ku beritakan kabar gembira tadi pada Ayah dan Ibu.
Menggebu-gebu suasana hatiku saat itu.