upacara ini dilakukan di temple atau jinja.
Tradisi ini bagus kita simak dan bahkan mungkin bisa dijadikan "keharusan" atau semacam janji sebelum pelantikan pejabat di negri kita entah Presiden, Mentri, Anggota DPR atau petinggi Partai. Seandainya para petinggi di negara kita itu sadar bahwa mereka harus mementingkan negara dan bukan mementingkan pribadi maka "mereka harus membuang jauh2 prilaku buruk". Harapannya adalah akan berkurangnya tindak korupsi atau bahkan akan hilang.
Sudah dimulai !!
Langkah "buang sial" ini secara tidak langsung sudah dimulai oleh Gubernur Jakarta. Saya sempat baca bahwa ada "sistem lelang jabatan". Menurut saya ini adalah salah satu cara "buang sial", artinya membuang orang2 yang kurang baik dan mencari orang2 yang betul2 mau bekerja keras untuk kebaikan banyak orang. Implementasi atau penerapan "buang sial" ini banyak caranya.
Intinya sama yaitu, menghilangkan prilaku buruk dan memasukan prilaku baik. Dengan cara itu maka Indonesia juga akan mendapat berkat atau "fuku" dan rakyatpun ikut menikmati anugrah itu, dan bukan justru semakin dipersulit hidupnya oleh pejabat yang berlaku sebagai "Oni" ( makluk jahat ).
Semoga tahun ini, "Sial" banyak terbuang dari Indonesia.