4.2.2.2 Penetrasi
Pemukul tidak boleh terjadi kontak (tembus) dengan blok uji pada setiap titik paling atas
helm hingga ke batas perputaran helm pada blok uji, pengujian dilakukan menurut metoda
pada pasal 6.3.
4.2.3 Sistem penahan
4.2.3.1 Efektifitas sistem penahan
Helm yang dipilih sebagai ukuran harus tidak memodifikasi pola kepala uji ketika diuji,
pengujian dilakukan menurut metoda pada pasal 6.4.
4.2.3.2 Keandalan sistem penahan pada tali pemegang
4.2.3.2.1 Kekuatan sistem penahan
Nilai ketahanan sistem penahan tali pemegang harus mempunyai perpanjangan dinamis
dan sisa perpanjangan tidak lebih dari 32 mm dan 16 mm untuk impak pertama, dan 25 mm
dan 8 mm untuk impak kedua, pengujian dilakukan menurut metoda pada pasal 6.5.
4.2.3.2.2 Kelicinan sabuk
Pergeseran gesekan penjepit bagian keras sabuk dengan beban uji tarik melalui jepitan
harus tidak melebihi 10 mm, pengujian dilakukan menurut metoda pada pasal 6.6.
4.2.3.2.3 Keausan sabuk
Sabuk harus tidak putus dan mampu menahan tarikan 3 kN jika terjadi pergeseran lebih dari
5 mm, pengujian dilakukan menurut metoda pada pasal 6.7.
4.2.4 Ketahanan impak miring
4.2.4.1 Paron balok
Bila helm diuji dengan metoda menggunakan paron balok, nilai gaya arah membujur puncak
harus tidak lebih dari 2,5 kN, dengan waktu impak tidak lebih dari 15,5 N.detik, pengujian
dilakukan menurut metoda pasal 6.8.
4.2.4.2 Paron keausan
Bila lebih dari satu daerah sungkup dalam satu contoh helm diuji dengan menggunakan
metoda paron keausan, nilai gaya membujur puncak dan bersatunya waktu harus tidak
berbeda antara daerah yang dipilih dengan suatu faktor lebih besar dari 2,0 dari nilai gaya
membujur puncak yang tidak kurang dari 1,75 kN, pengujian dilakukan menurut metoda 6.8.
4.2.5 Pelindung dagu
Pelindung dagu diuji dengan penurunan percepatan maksimum dari pemukul harus tidak
lebih dari 300 g. Pelindung dagu harus tidak menimbulkan atau menghasilkan resiko
tambahan untuk pengguna dan setiap bantalan dalam harus tertahan pada tempatnya,
pengujian dilakukan sesuai dengan metoda 6.9.