Istri yang kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah.
Istrimu hanyalah wanita akhir zaman yg punya cita menjadi sholihah. Pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama, istri menjadi tanah, kamu langit terangnya. Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermainnya. Seandainya istri tulang rusuk yg bengkok, berhati2lah meluruskannya.
Suami yg kamu nikahi tidaklah semulia Muhammad, tidaklah setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Ayub.
Suamimu hanyalah pria akhir zaman yg punya cita2 membangun keturunan yg sholeh. Pernikahan mengajarkan kita kewajiban bersama. Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya. Suami menjadi rumah, kamu menjadi penghuninya. Suami bagaikan guru, kamu muridnya. Seandainya suami lupa, bersabarlah memperingatinya.