Jakarta (Paradiso) – Kementerian Perhubungan akan mengkaji ulang izin 翻訳 - Jakarta (Paradiso) – Kementerian Perhubungan akan mengkaji ulang izin 日本語言う方法

Jakarta (Paradiso) – Kementerian Pe



Jakarta (Paradiso) – Kementerian Perhubungan akan mengkaji ulang izin rute 13 maskapai yang memiliki ekuitas negatif jika tidak memperbaiki kondisi keuangan hingga waktu yang diberikan yakni 31 Juli 2015.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan ‘review’ (pengkajian ulang) dan mencermati secara khusus pengajuan izin rute baru oleh ke-13 perusahaan.

“Selain itu, dua langkah yang akan diambil, di antaranya meminta ke-13 perusahaan mempresentasikan rencana bisnis atau business plan untuk memastikan perusahaan penerbangan bersangkutan memiliki rencana yang jelas dalam menyehatkan ekuitas perusahaan,” ujarnya.

Dikatakan, ketiga, Kementerian Perhubungan akan membantu dan mendukung ke-13 perusahaan penerbangan untuk menyehatkan permodalannya, sehingga bisa beroperasi secara sehat, dalam rangka menjaga standar pelayanan dan keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Bantuan ini berupa, misalnya, dalam hal menyusun ‘business plan’ untuk menyehatkan perusahaan. Upaya tersebut sesuai amanat Undang-undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Kementerian Perhubungan mewajibkan perusahaan pemegang izin penerbangan komersial untuk menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen kepada Menteri Perhubungan,” katanya.

Ditambahkannya, laporan keuangan tahun 2014 paling lambat harus diserahkan pada 29 Mei 2015, bagi perusahaan penerbangan yang belum menyerahkan laporan keuangan pada tanggal tersebut diberi kesempatan selama 30 hari hingga 30 Juni 2015, dengan syarat menyerahkan surat pernyataan dari kantor akuntan publik.

Seluruh pemegang izin penerbangan komersial baik berjadwal dan tidak berjadwal telah menyerahkan laporan keuangan tahun 2014 ‘audited’ pada 30 Juni 2015.

“Dari telaah atas seluruh laporan keuangan yang masuk, ditemukan data bahwa terdapat 13 perusahaan yang ekuitasnya negatif,” tukas Hadi.

Ia menuturkan Kementerian Perhubungan menilai ekuitas negatif berpotensi menimbulkan permasalahan pada operasi perusahaan, termasuk dalam kaitannya dengan standar pelayanan dan keselamatan penerbangan.

Atas dasar itu, terhadap 13 perusahaan penerbangan dengan ekuitas negatif tersebut, Kementerian Perhubungan menempuh kebijakan sebagai berikut, yakni memberi kesempatan selama 30 hari kepada perusahaan penerbangan untuk melakukan penambahan modal agar ekuitas perusahaan positif.

“Apabila sampai tanggal 31 Juli penambahan modal tidak bisa dilakukan sehingga ekuitas tetap negatif, Kementerian Perhubungan akan menempuh langkah seperti ‘review’ pengajuan izin rute dan sebagainya tadi,” imbuhnya.

Kementerian Perhubungan menemukan 13 maskapai dengan ekuitas negatif, di antaranya Indonesia AirAsia, Batik Air, Cardig Air, Transwisata Prima Aviation, Eastindo Services, Survai Udara Penas, Air Pasifik Utama dan Johnlin Air Transport.
0/5000
ソース言語: -
ターゲット言語: -
結果 (日本語) 1: [コピー]
コピーしました!
Jakarta (Paradiso) – Kementerian Perhubungan akan mengkaji ulang izin rute 13 maskapai yang memiliki ekuitas negatif jika tidak memperbaiki kondisi keuangan hingga waktu yang diberikan yakni 31 Juli 2015.Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid mengatakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan melakukan ‘review’ (pengkajian ulang) dan mencermati secara khusus pengajuan izin rute baru oleh ke-13 perusahaan.“Selain itu, dua langkah yang akan diambil, di antaranya meminta ke-13 perusahaan mempresentasikan rencana bisnis atau business plan untuk memastikan perusahaan penerbangan bersangkutan memiliki rencana yang jelas dalam menyehatkan ekuitas perusahaan,” ujarnya.Dikatakan, ketiga, Kementerian Perhubungan akan membantu dan mendukung ke-13 perusahaan penerbangan untuk menyehatkan permodalannya, sehingga bisa beroperasi secara sehat, dalam rangka menjaga standar pelayanan dan keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.“Bantuan ini berupa, misalnya, dalam hal menyusun ‘business plan’ untuk menyehatkan perusahaan. Upaya tersebut sesuai amanat Undang-undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Kementerian Perhubungan mewajibkan perusahaan pemegang izin penerbangan komersial untuk menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen kepada Menteri Perhubungan,” katanya.Ditambahkannya, laporan keuangan tahun 2014 paling lambat harus diserahkan pada 29 Mei 2015, bagi perusahaan penerbangan yang belum menyerahkan laporan keuangan pada tanggal tersebut diberi kesempatan selama 30 hari hingga 30 Juni 2015, dengan syarat menyerahkan surat pernyataan dari kantor akuntan publik.Seluruh pemegang izin penerbangan komersial baik berjadwal dan tidak berjadwal telah menyerahkan laporan keuangan tahun 2014 ‘audited’ pada 30 Juni 2015.“Dari telaah atas seluruh laporan keuangan yang masuk, ditemukan data bahwa terdapat 13 perusahaan yang ekuitasnya negatif,” tukas Hadi.Ia menuturkan Kementerian Perhubungan menilai ekuitas negatif berpotensi menimbulkan permasalahan pada operasi perusahaan, termasuk dalam kaitannya dengan standar pelayanan dan keselamatan penerbangan.Atas dasar itu, terhadap 13 perusahaan penerbangan dengan ekuitas negatif tersebut, Kementerian Perhubungan menempuh kebijakan sebagai berikut, yakni memberi kesempatan selama 30 hari kepada perusahaan penerbangan untuk melakukan penambahan modal agar ekuitas perusahaan positif.“Apabila sampai tanggal 31 Juli penambahan modal tidak bisa dilakukan sehingga ekuitas tetap negatif, Kementerian Perhubungan akan menempuh langkah seperti ‘review’ pengajuan izin rute dan sebagainya tadi,” imbuhnya.Kementerian Perhubungan menemukan 13 maskapai dengan ekuitas negatif, di antaranya Indonesia AirAsia, Batik Air, Cardig Air, Transwisata Prima Aviation, Eastindo Services, Survai Udara Penas, Air Pasifik Utama dan Johnlin Air Transport.
翻訳されて、しばらくお待ちください..
結果 (日本語) 2:[コピー]
コピーしました!


ジャカルタ(パラディーゾ) -それは7月31日、2015年ことを与えられた時間まで、財務状況を改善しない場合交通省が負の株式を持っているルート許可証13の航空会社を見直す交通ハディM Djuraidの特別スタッフ大臣が(DGCAは「レビュー」を行うと述べました再評価)と13企業による新しいルート許可の具体的提出を調べます。」また、2つの測定値は、事業計画や関係航空会社がで明確な計画を持っていることを確認するためのビジネスプランを提示するすべての13社を尋ねるなど、取られます健康的なエクイティ会社、 "と彼は言った。それは3と述べ、それが適用される規制に従ってサービスと安全性の基準を維持するためには、健康的な方法で動作することができるように、交通省は、健全な資本基盤のための13の航空会社を支援し、サポートします。」このサポートは含まれ、例えば、健康的な企業のための「事業計画」を準備するという点で。法律号によって義務付けなどの取り組み 航空で1年2009は、運輸省は民間航空会社の許可を保持している企業は交通大臣に独立監査人による監査を受け、財務諸表を提出することが必要です」と彼は言った。彼は2014年の金融レポートがある航空会社の、遅くとも2015年5月29日に比べて提出していないされなければならないことを追加したこと但し、公共会計事務所の声明を提出して、2015年6月30日まで30日間の機会を与えられたその日に財務諸表を提出していなかった。商業フライトスケジュールされ、非スケジュールの両方が2014年に財務報告書を提出する必要が全体のライセンシーを2015年6月30日に「監査」 。「財務諸表の検査からが入力され、データがその負の株式13社があることを発見し、「ハディは言った。彼は、運輸省が潜在的サービスの標準に関連し、飛行安全を含め、同社の運営に問題を引き起こす負の資本を評価すると述べた。トップその根拠は、負の株式と13の航空会社に、運輸省は、同社の資本が正の増資を行うために航空会社に30日間の機会を与え、次のポリシーを、カバーしています。」7月31日まで、資本金の増加は、株式となるように行うことができない場合負のままで、運輸省は、許可申請など「レビュー」などの措置を講じますというように、 "彼女は付け加えた。交通省は、インドネシア·エアアジア、バティック空気、水Cardig、Transwisataプリマ航空、Eastindoサービス、調査を含め、負の株式と13の航空会社を見つけましたペーニャ航空、エア·パシフィックウタマとJohnlin航空輸送。





















翻訳されて、しばらくお待ちください..
 
他の言語
翻訳ツールのサポート: アイスランド語, アイルランド語, アゼルバイジャン語, アフリカーンス語, アムハラ語, アラビア語, アルバニア語, アルメニア語, イタリア語, イディッシュ語, イボ語, インドネシア語, ウイグル語, ウェールズ語, ウクライナ語, ウズベク語, ウルドゥ語, エストニア語, エスペラント語, オランダ語, オリヤ語, カザフ語, カタルーニャ語, カンナダ語, ガリシア語, キニヤルワンダ語, キルギス語, ギリシャ語, クメール語, クリンゴン, クルド語, クロアチア語, グジャラト語, コルシカ語, コーサ語, サモア語, ショナ語, シンド語, シンハラ語, ジャワ語, ジョージア(グルジア)語, スウェーデン語, スコットランド ゲール語, スペイン語, スロバキア語, スロベニア語, スワヒリ語, スンダ語, ズールー語, セブアノ語, セルビア語, ソト語, ソマリ語, タイ語, タガログ語, タジク語, タタール語, タミル語, チェコ語, チェワ語, テルグ語, デンマーク語, トルクメン語, トルコ語, ドイツ語, ネパール語, ノルウェー語, ハイチ語, ハウサ語, ハワイ語, ハンガリー語, バスク語, パシュト語, パンジャブ語, ヒンディー語, フィンランド語, フランス語, フリジア語, ブルガリア語, ヘブライ語, ベトナム語, ベラルーシ語, ベンガル語, ペルシャ語, ボスニア語, ポルトガル語, ポーランド語, マオリ語, マケドニア語, マラガシ語, マラヤーラム語, マラーティー語, マルタ語, マレー語, ミャンマー語, モンゴル語, モン語, ヨルバ語, ラオ語, ラテン語, ラトビア語, リトアニア語, ルクセンブルク語, ルーマニア語, ロシア語, 中国語, 日本語, 繁体字中国語, 英語, 言語を検出する, 韓国語, 言語翻訳.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: