Sumber pemerintah kedua mengatakan Indonesia ingin menyeimbangkan antara kedua kekuatan dalam memebrikan proyek-proyek infrastruktur tingkat tinggi. Jepang sudah memegang kontrak untuk membangun sistem transit cepat massal dan pembangkit listrik tenaga batu bara terbesar di wilayah ini.
Kedua sumber menolak diidentifikasi karena sensitivitas diplomatik masalah ini untuk Jakarta dan pertaruhan ekonominya. Jepang adalah investor terbesar kedua di Indonesia, sementara China adalah mitra perdagangan teratas.
"Kita memiliki dua mitra dan akan lebih baik jika kita dapat mempertahankan keduanya. Kita harus cerdas dalam mengambil keputusan," ujar Luky Eko Wuryanto, wakil menteri bidang infrastruktur dan pembangunan daerah, kepada Reuters Jumat lalu setelah bertemu duta besar China untuk Indonesia.