6.2.1 Prinsip
Pengurangan benturan ditentukan dari penurunan percepatan pada bentuk helm pada saat
setelah dijatuhkan secara jatuh bebas, benturan yang dihasilkan ketika suatu pelat landasan
baja memiliki suatu flat atau benturan muka setengah bola.
6.2.2 Peralatan
Peralatan ditunjukkan pada Gambar 5.
Pola kepala uji sesuai ukuran dipasangkan pada suatu alat pembawa. Alat pembawa dapat
dijatuhkan dengan bebas dan sedikit gesekan dengan cara jatuh bebas ke suatu paron
yang terikat pada landasan keras dengan berat minimal 500 kg. Permukaan atas dari
landasan terdiri dari pelat baja dengan ketebalan minimal 25 mm dan luas permukaan
minimum 0,1 m2. Pola kepala uji dapat diputar sekitar pusat engsel untuk bagian manapun
dari helm terhadap paron keras. Transducer penurun percepatan dipasang pada pusat
gravitasi dari gabungan pola kepala uji dan rakitan pendukung dengan poros sensitivitas 50
terhadap poros arah vertikal. Pusat gravitasi dari uji gabungan pola kepala uji dan rakitan
pendukung ditempatkan dalam suatu kerucut 10o yang memiliki poros tengah vertikal dan
puncak berada pada titik benturan.
Berat total rakit jatuhan tidak termasuk helm adalah 5 0,2
0
kg dan berat total rakit pendukung
tidak lebih dari 20% terhadap berat total rakit jatuhan. Paron baja pelat memiliki muka
bentur lingkaran dengan diameter 130 mm ± 3 mm, paron baja setengah lingkar memiliki
muka bentur radius 50 mm ± 2 mm. Kecepatan rakit jatuhan diukur pada jarak tidak lebih
dari 60 mm terhadap benturan dengan ketelitian ± 1 %. Transducer penurunan percepatan
mampu menahan kejutan 2000 g tanpa terjadi kerusakan.
Sistem pengukuran termasuk rakit jatuhan memiliki kemampuan frekuensi kelas jalur 1000
sesuai standar ISO 6487: 2000, Road vehicles – Measurements techniques in impact tests -
Instrumentation.
6.2.3 Prosedur
6.2.3.1 Pengecekan peralatan
Periksa sistem pengukuran sebelum melaksanakan pengujian helm dengan memberikan
benturan pada benda uji yang terpasang pada pola kepala uji yang dijatuhkan dari suatu
ketinggian tertentu, untuk menghasilkan suatu angka penurunan percepatan 300g. Catat
minimal 3 kali nilai dari setiap observasi benturan yang dilakukan, dan hasil tersebut harus
berada pada rentang ± 15 g.
6.2.3.2 Urutan pengujian
Lakukan uji untuk dua pasang, masing-masing terdiri dari 3 buah helm dengan urutan sesuai
pada Tabel 3. Uji masing-masing helm menurut prosedur yang terdapat pada pasal 6.2.3.3
pada tiga tempat titik benturan yang berbeda, dengan jarak antar helm tidak kurang dari 1/5
lingkar maksimum dan ditempatkan dengan posisi sebagai berikut:
a. Belakang atau samping, pada atau di atas garis AA’ seperti yang dijelaskan pada bagian
6.3.3.4
b. Pada sisi yang lain diatas garis AA’
c. Di depan keliling BB’ seperti yang dijelaskan pada bagian 6.3.3.4
Lakukan benturan pada bagian depan dan belakang helm dalam jarak 25 mm dari pusat
poros memanjang atau longitudinal dari pola kepala uji, dan lakukan benturan pada bagian
結果 (
日本語) 1:
[コピー]コピーしました!
6.2.1 PrinsipPengurangan benturan ditentukan dari penurunan percepatan pada bentuk helm pada saatsetelah dijatuhkan secara jatuh bebas, benturan yang dihasilkan ketika suatu pelat landasanbaja memiliki suatu flat atau benturan muka setengah bola.6.2.2 PeralatanPeralatan ditunjukkan pada Gambar 5.Pola kepala uji sesuai ukuran dipasangkan pada suatu alat pembawa. Alat pembawa dapatdijatuhkan dengan bebas dan sedikit gesekan dengan cara jatuh bebas ke suatu paronyang terikat pada landasan keras dengan berat minimal 500 kg. Permukaan atas darilandasan terdiri dari pelat baja dengan ketebalan minimal 25 mm dan luas permukaanminimum 0,1 m2. Pola kepala uji dapat diputar sekitar pusat engsel untuk bagian manapundari helm terhadap paron keras. Transducer penurun percepatan dipasang pada pusatgravitasi dari gabungan pola kepala uji dan rakitan pendukung dengan poros sensitivitas 50terhadap poros arah vertikal. Pusat gravitasi dari uji gabungan pola kepala uji dan rakitanpendukung ditempatkan dalam suatu kerucut 10o yang memiliki poros tengah vertikal danpuncak berada pada titik benturan.Berat total rakit jatuhan tidak termasuk helm adalah 5 0,20kg dan berat total rakit pendukungtidak lebih dari 20% terhadap berat total rakit jatuhan. Paron baja pelat memiliki mukabentur lingkaran dengan diameter 130 mm ± 3 mm, paron baja setengah lingkar memilikimuka bentur radius 50 mm ± 2 mm. Kecepatan rakit jatuhan diukur pada jarak tidak lebihdari 60 mm terhadap benturan dengan ketelitian ± 1 %. Transducer penurunan percepatanmampu menahan kejutan 2000 g tanpa terjadi kerusakan.Sistem pengukuran termasuk rakit jatuhan memiliki kemampuan frekuensi kelas jalur 1000sesuai standar ISO 6487: 2000, Road vehicles – Measurements techniques in impact tests -Instrumentation.6.2.3 Prosedur6.2.3.1 Pengecekan peralatanPeriksa sistem pengukuran sebelum melaksanakan pengujian helm dengan memberikanbenturan pada benda uji yang terpasang pada pola kepala uji yang dijatuhkan dari suatuketinggian tertentu, untuk menghasilkan suatu angka penurunan percepatan 300g. Catatminimal 3 kali nilai dari setiap observasi benturan yang dilakukan, dan hasil tersebut harusberada pada rentang ± 15 g.6.2.3.2 Urutan pengujianLakukan uji untuk dua pasang, masing-masing terdiri dari 3 buah helm dengan urutan sesuaipada Tabel 3. Uji masing-masing helm menurut prosedur yang terdapat pada pasal 6.2.3.3pada tiga tempat titik benturan yang berbeda, dengan jarak antar helm tidak kurang dari 1/5lingkar maksimum dan ditempatkan dengan posisi sebagai berikut:a. Belakang atau samping, pada atau di atas garis AA’ seperti yang dijelaskan pada bagian6.3.3.4b. Pada sisi yang lain diatas garis AA’c. Di depan keliling BB’ seperti yang dijelaskan pada bagian 6.3.3.4Lakukan benturan pada bagian depan dan belakang helm dalam jarak 25 mm dari pusatporos memanjang atau longitudinal dari pola kepala uji, dan lakukan benturan pada bagian
翻訳されて、しばらくお待ちください..
