Selama masih bekerja untuk orang lain, maka dipastikan Anda tidak akan menemukan kesempurnaan dalam setapak karier yang Anda jalani. Kendala dan hambatan adalah dua hal lumrah dalam ranah karier yang kompetitif.
Hal utama yang harus Anda ingat, karier Anda adalah tanggung jawab pribadi. Jangan menyalahkan orang lain atas masalah dan konflik yang Anda hadapi, baik di depan wajah maupun yang muncul di belakang punggung Anda. Sebab, bagaimanapun, sebenarnya Anda selalu memiliki pilihan untuk resign dan mencari peluang baru di perusahaan lain. Nah, bila itu bukan yang Anda inginkan, maka Anda harus bisa menciptakan suasana kerja yang membahagiakan.
Intropeksi diri
Anda selalu merasa lebih baik dari rekan kerja lainnya? Benarkah demikian? Jika ya, selamat! Berarti Anda adalah satu-satunya manusia di dunia yang terlahir sempurna. Apakah itu sesuai realita? Dengarkan dan jangan abaikan jawaban hati nurani Anda sendiri.
Jika Anda bisa dengan mudah menilai kinerja orang lain tidak berkualitas, ini berarti sebenarnya kinerja Anda yang berada di bawah mereka. Sebab, perilaku mencari kesalahan orang lain, merupakan refleksi atas ketidakmampuan seseorang dalam bekerja.
Bangun sifat optimis
Tidak ada persoalan, masalah, halangan, dan kendala di kehidupan ini yang bisa hilang seiring kedipan mata. Coba tulis dan rincikan konflik kerja yang Anda hadap hari ini, lalu lihat kembali catatan tersebut esok hari.
Kabarnya, masalah hari ini akan terasa lebih ringan saat hari telah berganti. Mungkin setelah tidur malam yang cukup, pikiran jadi lebih jernih dalam mencari solusi dan jalan keluar yang tepat.
Makan siang di luar kantor
Rencanakan acara makan siang di luar kantor dengan sahabat, pasangan, atau suami. Sejenak menghirup udara di luar gedung kantor bisa membuat pikiran terbuka untuk “merangsang” ide-ide baru yang kreatif, yang tentu saja bermanfaat untuk kemajuan karier Anda.
Lingkungan kerja mengikuti cara berpikir Anda
Suasana kantor yang akrab dan hangat dapat memompa semangat kerja. Jangan terbiasa menyendiri, cara ini bisa memicu pikiran untuk berasumsi negatif bahwa rekan kerja sengaja mengucilkan Anda. Padahal realitanya, sama sekali berbeda.
Alunan musik untuk rileksasi
Bekerja tanpa istirahat berkualitas, bisa membuat orang mudah emosi, tertekan, dan sulit berkonsentrasi. Jangan biarkan diri Anda terus menerus bekerja, baik secara fisik maupun dalam pikiran. Luangkan waktu sekitar 15 menit, untuk mendengarkan musik tanpa dibarengi dengan bekerja. Sebab, mendengarkan musik favorit bisa mendongkrak suasana hati yang baik.
Bersyukur
Membanting telepon, mendorong laci kabinet dengan paksa, atau bahkan menggebrak meja, mungkin bisa membantu Anda meluapkan emosi. Namun, apa pandangan orang lain melihat perilaku tersebut? Mereka akan menganggap Anda tidak dewasa, emosional, dan tidak mengerti etika bersosialisasi.
Mungkin Anda kurang peka dengan realita yang hadir di luar lingkungan Anda, bahwa begitu banyak pengangguran yang memiliki kemampuan sama dengan Anda, dan bersedia menggantikan posisi Anda kapan saja Anda bersedia. Jadi bersyukurlah dengan pekerjaan yang Anda miliki, karena kesempatan baik jarang datang
For still working for someone else, then certainly you won't find perfection in the career path You undertake. The constraints and barriers are two things commonplace in the realm of competitive career.
the main thing you have to remember, your career is a personal responsibility. Don't blame others for problems and conflicts that you face, well ahead of the face as well as appearing behind your back. Since, however, in fact you always have the option to resign and seek new opportunities in other companies. Well, if it's not what you want, then you should be able to create a work atmosphere that blissful self Intropeksi
.
you always feel better from other co-workers? Is it so? If Yes, congratulations! Means you are the only people in the world who was born perfect. Does it match reality? Listen and do not compromise your own conscience answer.
If you can easily assess the performance of others not qualified, this means the actual performance You under them. Therefore, the behavior of other people find fault, a reflection on the inability of someone in work.
wake-up nature of optimism
no matter, problems, obstacles, and obstacles in this life can be lost along with the blink of an eye. Try and write a work conflict rincikan you face today, and then view the note again the next day.
reportedly, problems of today will seem lighter as the day has changed. Maybe after enough nights sleep, thoughts so much more clear in the search for solutions and the right way out.
lunch in the outer Office
Plan lunch in the outer Office with a friend, spouse, or husband. For a moment breathing the air outside the building Office can make an open mind to "stimulate" new ideas in creative, that is of course beneficial to progress your career.
work environment following the way you think
Atmosphere intimate and warm offices it can pump up morale. Don't get used to solitude, this way can trigger negative thoughts to assume that a co-worker accidentally isolate you. Whereas such assessment, completely different.
music for relaxing
Working without a break, can make people depressed, emotional, easy and hard to concentrate. Don't let yourself to continuous work, both physically and in mind. Take about 15 minutes, for listening to music without coupled with work. Because, listen to your favorite music can crank up a good mood.
Grateful
Slammed the phone, push the drawer cabinet by force, or even a shake-table, might help you emote. However, what the view others see such behaviour? They will assume you are not mature, emotionally, and not understand the ethics of socialize.
maybe you are less sensitive to the reality that exists outside of your neighborhood, that so many unemployed who have the ability with you, and are willing to replace your position whenever you are willing. So be grateful with the job you have, because it's a good chance seldom came
翻訳されて、しばらくお待ちください..

Selama masih bekerja untuk orang lain, maka dipastikan Anda tidak akan menemukan kesempurnaan dalam setapak karier yang Anda jalani. Kendala dan hambatan adalah dua hal lumrah dalam ranah karier yang kompetitif.
Hal utama yang harus Anda ingat, karier Anda adalah tanggung jawab pribadi. Jangan menyalahkan orang lain atas masalah dan konflik yang Anda hadapi, baik di depan wajah maupun yang muncul di belakang punggung Anda. Sebab, bagaimanapun, sebenarnya Anda selalu memiliki pilihan untuk resign dan mencari peluang baru di perusahaan lain. Nah, bila itu bukan yang Anda inginkan, maka Anda harus bisa menciptakan suasana kerja yang membahagiakan.
Intropeksi diri
Anda selalu merasa lebih baik dari rekan kerja lainnya? Benarkah demikian? Jika ya, selamat! Berarti Anda adalah satu-satunya manusia di dunia yang terlahir sempurna. Apakah itu sesuai realita? Dengarkan dan jangan abaikan jawaban hati nurani Anda sendiri.
Jika Anda bisa dengan mudah menilai kinerja orang lain tidak berkualitas, ini berarti sebenarnya kinerja Anda yang berada di bawah mereka. Sebab, perilaku mencari kesalahan orang lain, merupakan refleksi atas ketidakmampuan seseorang dalam bekerja.
Bangun sifat optimis
Tidak ada persoalan, masalah, halangan, dan kendala di kehidupan ini yang bisa hilang seiring kedipan mata. Coba tulis dan rincikan konflik kerja yang Anda hadap hari ini, lalu lihat kembali catatan tersebut esok hari.
Kabarnya, masalah hari ini akan terasa lebih ringan saat hari telah berganti. Mungkin setelah tidur malam yang cukup, pikiran jadi lebih jernih dalam mencari solusi dan jalan keluar yang tepat.
Makan siang di luar kantor
Rencanakan acara makan siang di luar kantor dengan sahabat, pasangan, atau suami. Sejenak menghirup udara di luar gedung kantor bisa membuat pikiran terbuka untuk “merangsang” ide-ide baru yang kreatif, yang tentu saja bermanfaat untuk kemajuan karier Anda.
Lingkungan kerja mengikuti cara berpikir Anda
Suasana kantor yang akrab dan hangat dapat memompa semangat kerja. Jangan terbiasa menyendiri, cara ini bisa memicu pikiran untuk berasumsi negatif bahwa rekan kerja sengaja mengucilkan Anda. Padahal realitanya, sama sekali berbeda.
Alunan musik untuk rileksasi
Bekerja tanpa istirahat berkualitas, bisa membuat orang mudah emosi, tertekan, dan sulit berkonsentrasi. Jangan biarkan diri Anda terus menerus bekerja, baik secara fisik maupun dalam pikiran. Luangkan waktu sekitar 15 menit, untuk mendengarkan musik tanpa dibarengi dengan bekerja. Sebab, mendengarkan musik favorit bisa mendongkrak suasana hati yang baik.
Bersyukur
Membanting telepon, mendorong laci kabinet dengan paksa, atau bahkan menggebrak meja, mungkin bisa membantu Anda meluapkan emosi. Namun, apa pandangan orang lain melihat perilaku tersebut? Mereka akan menganggap Anda tidak dewasa, emosional, dan tidak mengerti etika bersosialisasi.
Mungkin Anda kurang peka dengan realita yang hadir di luar lingkungan Anda, bahwa begitu banyak pengangguran yang memiliki kemampuan sama dengan Anda, dan bersedia menggantikan posisi Anda kapan saja Anda bersedia. Jadi bersyukurlah dengan pekerjaan yang Anda miliki, karena kesempatan baik jarang datang
翻訳されて、しばらくお待ちください..
