Dalam perkembangan pantauan dari BNBP di tanggal 29 Juni 2015, status Gunung Raung masih siaga. Hal ini terkait dari semburan awan panas serta materi vulkanik lainnya yang keluar dari perut Gunung raung. Dengan radius 3-20km, BNBP meminta agar masyarakat sekitar untuk tidak panik dan terus berwaspada.
Perkembangan Erupsi Gunung Raung
Letusan awan panas hingga lontaran material vulkanik memang tidak terlalu kuat, tetapi sayangnya letusan ini terus-menerus terjadi. Seperti yang dijelaskan oleh situs CNN Indonesia, tidak berbahayanya letusan Gunung Raung dikarenakan tipe letusan strombolian yang berarti letusan yang tidak meluas.
Hal tersebut juga terkait dari material vulkanik yang berat dari kawah Gunung Raung yang sudah terbuka sehingga tidak ada penumpukan energi yang terlalu besar.
Penjelasan tersebut juga dibenarkan oleh BBC Asia – dan tim peneliti di Australia menjelaskan bahwa letusan tersebut memang tidak besar, akan tetapi asap dan abu serta material vulkanik yang terlempar ke atas yang pasti mengganggu dan membahayakan sistem penerbangan internasional.
Oleh karena itu, membatalkan penerbangan adalah langka yang cukup tepat untuk menghindari bahaya tersebut.
Kepulan abu vulkanik setinggi 300 meter, suara gemuruh serta dentuman keras yang dapat terdengar hingga radius 20 kilometer terjadi pada tanggal 28 sampai 29 Juni 2015. Hal tersebut dijelaskan oleh Sutopo Purwo Nugroho sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNBP.
Sutopo juga menjelaskan Gunung Raung mengalami peningkatan tremor menjadi 21 milimeter yang sebelumnya hanya sebesar 10 milimeter.
Dampak Erupsi Gunung Raung
Kukil Bora dari situs International Business Time menjelaskan bahwa dampak dar erupsi Gunung Raung salah satunya bahwa Indonesia menutup empat bandara internasionalnya. Empat bandara tersebut:
Ngurah Rai International Airport
International Airport dan Selaparang Airport Lombok
Blimbingsari Airport Banyuwangi
Notohadinegoro Airport Jember, East Java
Bahkan efek dari erupsi Gunung Raung ini membuat maskapai nasional seperti Garuda Indonesia sampai membatalkan seluruh penerbangannya karena dinilai status penerbangan berbahaya. Tidak hanya Garuda Indonesia, Singapore Airlines pun membatalkan seluruh penerbangannya dengan jalur tujuan Bali, Lombok, dan sekitarnya.
Sekitar 150 kilometer jarak dari Gunung Raung sampai Denpasar, Bali. Padahal dengan jarak ini, dinilai seharusnya erupsi tersebut tidak mengganggu, sayangnya dengan intensitas angin yang mengarah ke timur Indonesia, ditambah tinggi dari Gunung raung yang melebihi 3.000 meter diatas permukaan laut dan tinggi dari letusan asap dan abu vulkanik yang tinggi, jelas seluruh penerbangan pada saat itu dibatalkan.
Hal ini dijelaskan di situs abc.net.au – yang menjelaskan maskapai penerbangan Australia, Virgin, dan Jetstar Airlines juga ikut membatalkan penerbangan mereka.
Dari penjelasan di atas, diharapkan erupsi untuk Gunung Raung cepat kembali normal sehingga aktivitas penerbangan nasional dan internasional dapat kembali lagi seperti semula. Dengan bencana alam seperti ini, kita sebagai manusia yang tinggal di alam ini hanya dapat berharap bahwa kejadian ala mini cepat selesai karena manusia tidak akan mampu untuk melawan alam.
結果 (
日本語) 1:
[コピー]コピーしました!
Dalam perkembangan pantauan dari BNBP di tanggal 29 Juni 2015, status Gunung Raung masih siaga. Hal ini terkait dari semburan awan panas serta materi vulkanik lainnya yang keluar dari perut Gunung raung. Dengan radius 3-20km, BNBP meminta agar masyarakat sekitar untuk tidak panik dan terus berwaspada.Perkembangan Erupsi Gunung RaungLetusan awan panas hingga lontaran material vulkanik memang tidak terlalu kuat, tetapi sayangnya letusan ini terus-menerus terjadi. Seperti yang dijelaskan oleh situs CNN Indonesia, tidak berbahayanya letusan Gunung Raung dikarenakan tipe letusan strombolian yang berarti letusan yang tidak meluas.Hal tersebut juga terkait dari material vulkanik yang berat dari kawah Gunung Raung yang sudah terbuka sehingga tidak ada penumpukan energi yang terlalu besar.Penjelasan tersebut juga dibenarkan oleh BBC Asia – dan tim peneliti di Australia menjelaskan bahwa letusan tersebut memang tidak besar, akan tetapi asap dan abu serta material vulkanik yang terlempar ke atas yang pasti mengganggu dan membahayakan sistem penerbangan internasional.Oleh karena itu, membatalkan penerbangan adalah langka yang cukup tepat untuk menghindari bahaya tersebut.Kepulan abu vulkanik setinggi 300 meter, suara gemuruh serta dentuman keras yang dapat terdengar hingga radius 20 kilometer terjadi pada tanggal 28 sampai 29 Juni 2015. Hal tersebut dijelaskan oleh Sutopo Purwo Nugroho sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNBP.Sutopo は、10 ミリメートルで以前 21 ミリに Raung 経験増加微動も説明します。山の噴火の影響が大笑いしました。サイト国際ビジネス時間から Kukil ボラ説明マウント騰 1 つインドネシアの噴火からの影響がその国際空港の 4 つをシャット ダウンします。これらの空港の 4 つ。ングラライ国際空港国際空港とロンボク島スラパラン空港Blimbingsari 空港、バニュワンギNotohadinegoro 空港ジュンブル、東ジャワマウント騰噴火の影響もそれは評価危険な飛行状態のためフライト全体を無効にする国営航空会社のガルーダ ・ インドネシア航空になります。だけでなく、ガルーダ ・ インドネシア航空、シンガポール航空、バリ島、ロンボク島、および周辺地域で任意の行全体のフライトをキャンセルします。デンパサール、バリ島に騰山から約 150 キロの距離。この距離で評価に対し、噴火は、残念ながら、東インドネシアにつながる風の強さは、邪魔しないでくださいに加えて、山の高さは海抜 3000 m を超えるとはっきりその当時全体のフライトがキャンセル、煙、火山灰の噴火の高さを大笑いしました。これについて知る-記述するジェット スター航空、オーストラリア航空会社のウェブサイトでは説明し、ヴァージン航空はまた、彼らの飛行をキャンセルします。上記の説明から国内・国際線の活動は以前のように返すことができるように、Raung に予想される噴火がすぐに正常に戻ってください。これらなどの自然災害は、できるだけ自然に生きる人間として我々 すぐに完了する人々 は自然に抵抗することができないのでその大将 ala ミニ期待。
翻訳されて、しばらくお待ちください..
