Akibat limbah yang dibuang oleh perusahaan itu ke sungai, sebanyak 120 kolam tercemar dan banyak ikan yang mati," kata salah seorang warga Kampung Lemburkolot, Desa Tenjoayu, Oman kepada wartawan di Sukabumi, Senin (18/5).
Menurutnya, akibat limbah buang dari PT Asahi Indofood Beverage Makmur itu air sungai yang mengalir di sekitar rumah warga menjadi berubah warna yakni kuning kehitaman dan menyebabkan penyakit gatal-gatal.
Selain itu, warga yang memanfaatkan air sungai sebagai mata pencaharian harus merugi karena ikan yang diperlihara di 120 kolam menjadi mati.
Maka dari itu, dirinya dan puluhan warga lainnya sengaja datang ke perusahaan itu untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diterima warga akibat ulah pencemarah lingkung itu.
Bahkan, warga juga mengancam jika perusahaan ini tidak segera bertanggung jawab maka akan melakukan aksi dengan jumlah masa yang lebih besar lagi.
"Kami berharap perusahaan segera bertanggung jawab dan tidak lagi membuang limbah ke sungai karena berdampak kepada ekonomi dan kesehatan warga di sekitar sungai," tambahnya.
Warga lainnya, Mumu mengatakan selain merugikan akibat limbah buang itu, warga di sekitar perusahaan juga tidak pernah diperhatikan salah satunya ditarik menjadi karyawan.
Namun, informasinya pihak perusahaan akan merealisasikan seluruh tuntutan warga pada 11 Juni mendatang, jika berbohong maka warga sepakat akan melakukan aksi unjuk rasa.
Namun sayangnya, pihak Managemen PT Asahi Indofood Beverage Makmur tidak mau memberikan tanggapan terkait ganti rugi akibat pencemaran lingkungan yang dituntut warga, kepada wartawan yang meliput aksi warga tersebut.