Sebelumnya matajiwa sempat memperkenalkan diri melalui single pertama mereka yang berjudul “1” pada akhir tahun 2013, single ini bebas untuk diunduh tanpa harus membayar sepeserpun. Dan menjelang dirilisnya album part 2, matajiwa memilih lagu berjudul Semesta untuk medium perkenalan sekaligus penyampaian gagasan kepada khalayak sebelum acara rilis album yang (rencananya) akan dilaksanakan pada penghujung bulan Mei 2014.
Single kedua ini dipilih berdasarkan pertimbangan teman-teman terdekat, selain (tentunya) dua personel matajiwa yakni Anda Perdana (Guitar & Vocal) dan Reza Achman (Drumcussion). Meskipun karakter lagu ini cenderung lunak dan nyaman ditelinga, namun rupanya proses penggodokan lagu ini meninggalkan cerita tersendiri khususnya tumpang tindih argumentasi perkara aransemen dan string section.
Lagu yang memiliki durasi nyaris 6 menit ini dibuat oleh Anda sekitar tahun 2011 ketika ia memperhatikan dengan teliti situasi terdekatnya, Semesta di sini diasumsikan untuk hal yang sifatnya personal.
Saat ditanya perihal versi radio edit mengingat durasi lagu Semesta yang tergolong “tidak bersahabat” dengan radio radio konvensional, Anda menjawab ringan;
“Karena nanti messagenya berkurang [tertawa]Kalau misalnya nanti ada yang merasa lagu ini kepanjangan, ya dipotong aja sendiri.”
Jika disimak dengan saksama, lirik lagu Semesta yang dibuat oleh Anda dan Ario Barata ini layaknya menyimak mantra yang rapalannya diulang-ulang dengan tingkat pemahaman yang menyeleksi pendengarnya secara alami.
Bicara soal analogi matra dalam lagu Semesta dari matajiwa, sepertinya apa yang tertuang dalam buku “Yantra: The Tantric Symbol of Cosmic Unity”, Madhu Khanna bisa cukup menjelaskan:
Mantra-mantra, suku kata Sanskerta yang tertulis pada yantra, sejatinya merupakan ‘perwujudan pikiran’ yang merepresentasikan keilahian atau kekuatan kosmik, yang menggunakan pengaruh mereka dengan getaran suara.