JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 2015 akan kembali melakukan penambahan 120 unit gerbong KRL. Kereta tersebut masih sama dengan kereta yang sebelumnya didatangkan, yaitu kereta bekas yang berasal dari Jepang.
Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo mengatakan, 120 unit kereta dari Jepang itu pun masih dengan seri yang sama dengan kereta api yang sebelumnya telah dilakukan.
"Pada 2015, kita akan tambah lagi 120 unit KRL dengan tipe yang sama yaitu JR seri 205," kata Tri di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Tri menuturkan, pada 2014 KCJ mendatangkan 176 unit gerbong kereta bekas dengan harga per gerbongnya sekitar Rp1 miliar. Dari 176 unit hingga saat ini sudah 104 unit yang tiba di Jakarta. "Kita targetkan pada Oktober ini bisa masuk semua kesini. Kereta ini kondisinya masih baik, AC-nya masih bekerja dengan baik, jadi tidak ada perbaikan," tambahnya.
Dapat kita ketahui, KCJ terus melakukan peningkatan pelayanan. Peningkatan tersebut seperti penambahan gate di stasiun sebanyak 488 gate, penambahan petugas pelayanan dari sebelumnya 167 petugas menjadi 197 petugas, penambahan loket stasiun dari 400 unit menjadi 635 unit, pengadaan passenger service stasiun sebanyak 90 petugas.
Adapun, perbaikan pada AC KRL seri 6000 dan 8500, renovasi toilet dan mushola, perpanjangan peron, pengembangan media informasi melalui pemasangan LED pada setiap gerbong KRL serta pengembangan E-Ticketing seperti Kartu Multi Trip, Tiket Harian Berjaminan, dan lain-lain. (rzy)
結果 (
日本語) 1:
[コピー]コピーしました!
JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 2015 akan kembali melakukan penambahan 120 unit gerbong KRL. Kereta tersebut masih sama dengan kereta yang sebelumnya didatangkan, yaitu kereta bekas yang berasal dari Jepang.Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo mengatakan, 120 unit kereta dari Jepang itu pun masih dengan seri yang sama dengan kereta api yang sebelumnya telah dilakukan."Pada 2015, kita akan tambah lagi 120 unit KRL dengan tipe yang sama yaitu JR seri 205," kata Tri di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (6/10/2014).Tri menuturkan, pada 2014 KCJ mendatangkan 176 unit gerbong kereta bekas dengan harga per gerbongnya sekitar Rp1 miliar. Dari 176 unit hingga saat ini sudah 104 unit yang tiba di Jakarta. "Kita targetkan pada Oktober ini bisa masuk semua kesini. Kereta ini kondisinya masih baik, AC-nya masih bekerja dengan baik, jadi tidak ada perbaikan," tambahnya.Dapat kita ketahui, KCJ terus melakukan peningkatan pelayanan. Peningkatan tersebut seperti penambahan gate di stasiun sebanyak 488 gate, penambahan petugas pelayanan dari sebelumnya 167 petugas menjadi 197 petugas, penambahan loket stasiun dari 400 unit menjadi 635 unit, pengadaan passenger service stasiun sebanyak 90 petugas.Adapun, perbaikan pada AC KRL seri 6000 dan 8500, renovasi toilet dan mushola, perpanjangan peron, pengembangan media informasi melalui pemasangan LED pada setiap gerbong KRL serta pengembangan E-Ticketing seperti Kartu Multi Trip, Tiket Harian Berjaminan, dan lain-lain. (rzy)
翻訳されて、しばらくお待ちください..

JAKARTA - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) pada 2015 akan kembali melakukan penambahan 120 unit gerbong KRL. Kereta tersebut masih sama dengan kereta yang sebelumnya didatangkan, yaitu kereta bekas yang berasal dari Jepang.
Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo mengatakan, 120 unit kereta dari Jepang itu pun masih dengan seri yang sama dengan kereta api yang sebelumnya telah dilakukan.
"Pada 2015, kita akan tambah lagi 120 unit KRL dengan tipe yang sama yaitu JR seri 205," kata Tri di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Tri menuturkan, pada 2014 KCJ mendatangkan 176 unit gerbong kereta bekas dengan harga per gerbongnya sekitar Rp1 miliar. Dari 176 unit hingga saat ini sudah 104 unit yang tiba di Jakarta. "Kita targetkan pada Oktober ini bisa masuk semua kesini. Kereta ini kondisinya masih baik, AC-nya masih bekerja dengan baik, jadi tidak ada perbaikan," tambahnya.
Dapat kita ketahui, KCJ terus melakukan peningkatan pelayanan. Peningkatan tersebut seperti penambahan gate di stasiun sebanyak 488 gate, penambahan petugas pelayanan dari sebelumnya 167 petugas menjadi 197 petugas, penambahan loket stasiun dari 400 unit menjadi 635 unit, pengadaan passenger service stasiun sebanyak 90 petugas.
Adapun, perbaikan pada AC KRL seri 6000 dan 8500, renovasi toilet dan mushola, perpanjangan peron, pengembangan media informasi melalui pemasangan LED pada setiap gerbong KRL serta pengembangan E-Ticketing seperti Kartu Multi Trip, Tiket Harian Berjaminan, dan lain-lain. (rzy)
翻訳されて、しばらくお待ちください..
