Komikus-Komikus Ternama
Shonen Fight hadir dengan komposisi komikus yang dan telah melewati seleksi yang ketat. Mukhlis Nur dan Mage, adalah dua komikus yang sebelumnya telah meraih penghargaan di bidang komik tingkat internasional. Mimi N, Cessa dan Maulana Faris merupakan komikus yang cukup produktif dan telah menerbitkan beberapa karya lewat penerbit, online, maupun independen. Ada juga Azisa Noor dan Kharisma Jati, yang bisa dikatakan sebagai komikus-komikus terbaik Indonesia, dengan gaya penceritaan dan gaya gambar yang unik dan sangat dikenal oleh pembacanya. Shonen Fight juga melejitkan tiga komikus “Rising Star” yang pertama kalinya menerbitkan komik mereka secara profesional, yaitu Duet Dewanto-Izfah, dan Bebekterbang (nama pena dari Sinta Damayanti).
Kombinasi komikus-komikus inilah yang menjadi kekuatan Shonen Fight sebagai sebuah majalah komik yang ikut memeriahkan dunia komik Indonesia.
Sistem Editorial yang Unik
Shonen Fight, mengadopsi sistem editorial industri komik Jepang, yang telah lebih dulu maju, untuk memastikan karya-karya yang disuguhkan kepada pembaca merupakan karya-karya terbaik komikus anak bangsa. Shonen Fight juga melibatkan editor komik profesional asal Jepang, Yoshihiko Wakanabae, sebagai konsultan editorial, untuk mendampingi sekaligus mentransfer ilmu, kepada 3 editor lokal yang terlibat di Shonen Fight. Dengan sistem editorial ini, komikus memperoleh dukungan penuh dari editor dalam hal pengembangan cerita, gambar, riset rujukan, riset visual, dan kegiatan pendukung lain untuk memberikan hasil yang terbaik.