Selanjutnya, Galih ditemani dengan pemain harmonika membawakan ‘When no one sing this songs’. Galih menceritakan bahwa lagu ini dibuat tahun 2008 setelah ia melihat berita di CNN yang menyebutkan “Senjata Israel 90% akurat”. “Kenapa harus ada iklan seperti itu, di balik perang yang sedang berlangsung, ketika banyak anak-anak kehilangan sekolah karenanya,” ujar Galih menceritakan kegelisahannya saat membuat lagu ini. Di sini Galih membawa kembali musik folk ini sebagai musik kritik. Balads yang mengingatkan kita pada Woodie Guthrie ataupun Bob Dylan. “We can share our pain, and there will be no pain at all,” penggalan lirik yang menggambarkan kegelisahannya yang teramat dalam soal perang yang terus berlangsung di Timur Tengah hingga hari ini. Galih sukses mentransfer kegelisahan itu.
Penonton yang hadir tampak cukup khidmat menikmati alunan gitar akustik yang dimainkan. Keluarga dan teman-teman dari Deugalih terlihat hadir di baris depan. Bocah-bocah kecil juga terlihat bermain di depan panggung dengan santainya. Para awak The Folks bahkan turun panggung ikut menonton duduk bersila di depan panggung dan bermain dengan anak-anak.
Usai lagu, Galih kembali memanggil kawanannya naik ke atas panggung. Tak lupa ia menghaturkan rasa terima kasihnya pada orang-orang yang berjasa atas rilisnya album ini, termasuk dosennya yang tak hadir malam itu. Ia bahkan berbagi cerita masa kuliah yang tak diselesaikannya di Unpad.
Selanjutnya, Galih ditemani dengan pemain harmonika membawakan ‘When no one sing this songs’. Galih menceritakan bahwa lagu ini dibuat tahun 2008 setelah ia melihat berita di CNN yang menyebutkan “Senjata Israel 90% akurat”. “Kenapa harus ada iklan seperti itu, di balik perang yang sedang berlangsung, ketika banyak anak-anak kehilangan sekolah karenanya,” ujar Galih menceritakan kegelisahannya saat membuat lagu ini. Di sini Galih membawa kembali musik folk ini sebagai musik kritik. Balads yang mengingatkan kita pada Woodie Guthrie ataupun Bob Dylan. “We can share our pain, and there will be no pain at all,” penggalan lirik yang menggambarkan kegelisahannya yang teramat dalam soal perang yang terus berlangsung di Timur Tengah hingga hari ini. Galih sukses mentransfer kegelisahan itu.Penonton yang hadir tampak cukup khidmat menikmati alunan gitar akustik yang dimainkan. Keluarga dan teman-teman dari Deugalih terlihat hadir di baris depan. Bocah-bocah kecil juga terlihat bermain di depan panggung dengan santainya. Para awak The Folks bahkan turun panggung ikut menonton duduk bersila di depan panggung dan bermain dengan anak-anak.Usai lagu, Galih kembali memanggil kawanannya naik ke atas panggung. Tak lupa ia menghaturkan rasa terima kasihnya pada orang-orang yang berjasa atas rilisnya album ini, termasuk dosennya yang tak hadir malam itu. Ia bahkan berbagi cerita masa kuliah yang tak diselesaikannya di Unpad.
翻訳されて、しばらくお待ちください..

Furthermore, Galina accompanied by harmonica player brought 'When no one sing this songs'. Galina tells that this song was made in 2008 after he saw the news on CNN that said "Israel Weapon 90% accurate". "Why should there be an ad like that, behind the ongoing war, when many children miss school so," said Galina tells restlessness when making this song. Here Galih bring back this folk music as a music critic. Balads which reminds us of the Woodie Guthrie or Bob Dylan. "We can share our pain, and there will be no pain at all," a fragment of lyrics that describe the very deep anxieties about the ongoing war in the Middle East to this day. Galina successfully transfer the anxiety of it. The audience in attendance looked quite solemn enjoying the acoustic guitar being played. Family and friends of Deugalih visible presence in the front row. Young boys are also seen playing in front of the stage casually. The crew of The Folks even off stage come watch sitting cross-legged in front of the stage and play with children. After the song, Galina again summoned his flock up to the stage. Not to forget he deliver to thank the following people who contributed over the release of this album, including his professor who was not present that night. He even shared a story that is not completed college at Padjadjaran University.
翻訳されて、しばらくお待ちください..
