Dua puluh tahun lalu tak pernah kita bayangkan ini semua terjadi. Kons翻訳 - Dua puluh tahun lalu tak pernah kita bayangkan ini semua terjadi. Kons日本語言う方法

Dua puluh tahun lalu tak pernah kit

Dua puluh tahun lalu tak pernah kita bayangkan ini semua terjadi. Konser artis mancanegara diserbu penonton meski tiketnya belasan juta rupiah. Ribuan orang antre panjang untuk mendapatkan BlackBerry dan iPhone terbaru. Restoran fine dining sering kekurangan tempat duduk. Pengusaha muda beramai-ramai menjadi anggota kelompok kebugaran atau klub bermain golf.


Lebih dari sekadar fenomena yang mengejutkan, satu hal yang kerap luput dari pengamatan: jumlah orang yang punya daya beli "lebih dari cukup" itu terus bertambah. Jika ukuran Bank Dunia yang dipakai, yakni bahwa kelompok ini adalah mereka yang pengeluaran per kapita per harinya US$ 2-20, maka terdapat sekurang-kurangnya 130 juta orang. Angka itu 56,5 persen dari total penduduk Indonesia. Padahal, tujuh tahun sebelumnya, jumlahnya hanya 37,7 persen. (Baca juga: Kelas Pendorong Mesin Pertumbuhan)


Berminggu-minggu Tempo melakukan liputan mendalam tentang ledakan kelas konsumen baru. Tempo memotret gaya hidup sekelompok orang yang menyerbu tiket konser musik Evanescence, Roxette, Stevie Wonder, atau Dream Theater dan menghabiskan separuh penghasilannya untuk mencicil mobil terbaru. Siapa saja mereka? Apa latar belakang hidupnya, juga--jika ada--afiliasi politik mereka? Apakah mereka berpeluang menggerakkan ekonomi?


Amrullah, 33 tahun, adalah salah contoh tumbuhnya kelas konsumen baru. Pria asal Jember, Jawa Timur, itu punya hobi main baru: main golf. Ia pernah menjajal sejumlah lapangan di Jakarta, sampai ke Bali, Bintan, atau Batam. Saking gemarnya bermain golf, tahun lalu dia mendaftar sebagai anggota di Lapangan Golf Matoa, Ciganjur, Jakarta Selatan. Untuk itu, ia membayar hampir Rp 100 juta. Harga itu belum termasuk biaya tahunan Rp 6 juta.


Kata Amrul, bermain golf di Ibu Kota kini tidak seleluasa dulu. Sekarang, lapangan harus dipesan jauh-jauh hari. "Sekarang, orang main golf bertambah banyak," ujarnya.


Sepuluh tahun lalu, kisah Amrul, ketika dia baru di tiba Jakarta, ia menumpang tidur selama satu tahun di kamar kos kakak kelasnya di Setiabudi, Jakarta Selatan. Saat itu, ia baru bekerja sebagai konsultan di perusahaan milik bekas dosennya. Dua tahun setelah itu, ia membeli rumah tipe 70 dengan luas tanah 90 meter persegi di Cibubur. Harganya Rp 250 juta. Dari Cibubur, sehari-hari ia naik kendaraan umum. Baru beberapa bulan kemudian, ia membeli mobil. Tahun berganti, mobilnya pun ganti kelas dari Toyota Yaris ke Honda CRV. Rumahnya juga "naik pangkat" ke townhouse di Cilandak, Jakarta Selatan, seharga Rp 1,5 miliar. Dia juga membeli waralaba makanan cepat saji, membuka kos-kosan 15 kamar senilai Rp 600 juta, serta ruko di Cinere Rp 750 juta. (Baca juga: Mereka yang Beranjak Kaya)


Orang seperti Amrul ini kini jumlahnya berlimpah di Indonesia. Mereka bolak-balik Jakarta-Singapura untuk nonton konser atau berpatungan membeli tas Hermes biar keren. (Selanjutnya >>)



Yang berlangsung di Indonesia saat ini adalah fase yang telah dilalui banyak negara. Pertumbuhan ekonomi Indonesia--dengan pendapatan per kapita US$ 3.000-an pada 2010--telah mengangkat jutaan orang dari jurang kemiskinan. Sekitar 70 persen ekonomi Indonesia ditopang oleh kelas konsumen baru ini. Kolom dosen ekonomi Universitas Indonesia Chatib Basri di majalah Tempo edisi ini menjelaskan secara jernih soal ini. Di negara seperti Jepang dan Korea Selatan, kelompok kelas menengah ini terbukti bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, pemerintah mengabaikan peran kelompok ini.


Namun, tumbuhnya kelas konsumen baru ini tak semuanya positif. Dosen filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung menyebut mereka sebagai parasit kapitalisme. Kolomnya menjelaskan soal ini. Mereka mampu beli mobil Alphard, tapi selalu mengumpat saat macet. (Baca juga: Agar Tak Jadi Malin Kundang)


Meski kuat secara ekonomi, kelompok konsumen baru ini memiliki peran yang minim dalam politik. Kasus Prita Mulyasari, pasien yang digugat rumah sakit Omni Internasional, Tangerang, karena mengeluhkan layanan di jejaring sosial media adalah contohnya. Tiga tahun lalu dia dibela oleh jutaan orang lewat Twitter dan Facebook. Tapi, setelah itu persoalan dianggap selesai. "Saya merasa ditinggal," kata Prita. (Baca: Sumpah Serapah Tepublik Tweeps).


Dia akhirnya dihukum enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Kini, dia sudah melayangkan peninjauan kembali. "Saya tak berani lagi mengeluh di sosial media," katanya. "Takut mempengaruhi keputusan."


Prita adalah contoh pembelaan kelas menengah dalam sebuah aksi yang disebut click activism--aksi yang nyaris tanpa risiko. Ya, begitulah potret kelas menengah Indonesia. Selengkapnya baca laporan utama Tempo, "Mereka yang Beranjak Kaya".
0/5000
ソース言語: -
ターゲット言語: -
結果 (日本語) 1: [コピー]
コピーしました!
我々 は決してこのすべてを想像したかもしれない 20 年前に発生します。コンサート アーティスト国際的な観光客を侵略した聴衆にもかかわらず、チケット 1200 万ドル。数千人の裏地を最新のブラックベリーと iPhone の。レストランの高級レストランは、しばしば席を欠いています。若い起業家グループ フィットネスやゴルフクラブの会員になるに します。多くによりちょうど驚くべき現象は、1 つの事は、しばしばエスケープ観察: 成長を続けている「以上の十分な」購買力を持たない人々 の数。場合は、世界銀行のサイズすなわちこのグループはそれらが 1 人当たり支出日あたり米ドル 2-20 その後少なくとも 1 億 3000 万の人々 があります。図は、インドネシアの総人口の 56, 5% はだった。実際には、7 年前、数は 37.7 パーセントだけ。(成長の原動力をまた読む: クラス)綿密な取材は新しい消費者クラス爆発についてテンポ週間を行います。テンポ音楽エヴァネッセンス コンサートを襲撃した人々 のライフ スタイルのグループを撮影ロクセット、スティービー ・ ワンダーや夢の劇場のチケット、最新の車の mencicil に彼の収入の半分を費やしています。それらのだれでもか。何も彼の人生の背景-- もしあれば-、政治的所属のですか?彼らは経済を動かすことができる? 場合、Amrullah 33 歳は、成長している消費者クラスの新しいインスタンスの 1 つです。東ジャワ州ジュンブルで元男それは新しい主な趣味: ゴルフ。彼はジャカルタ, バリ, ビンタン, バタム島へのフィールドの数を試してみましたか。私はそう gemarnya ゴルフは、昨年彼はゴルフコースの Matoa、Ciganjur、南ジャカルタにメンバーとしてサインアップします。そのために、彼はほぼ $ 1 億を支払った。その価格は $ 600 万の年間コストは含まれません。Amrul は、首都でのゴルフは今 seleluasa 最初と述べた。フィールドが予約する必要があります今、遠い遠い日。今、ゴルフは多くの増加、「人」彼は言った。10 年前、Amrul の物語、彼に乗って、ジャカルタに到着したとき彼は眠っていた 1 年間彼のクラスは、Java の寄宿生、南ジャカルタで。その時、彼女は彼の元の財産の会社でコンサルタントとして働いています。2 年間その後、彼は Cibubur で 90 平方メートルの土地面積のホーム型 70 を購入しました。価格は USD $ 2 億 5000 万です。Cibubur から毎日彼に乗った公共交通機関。わずか数ヵ月後、彼はその車を買った。年、しかし、彼の車はだったホンダ CRV トヨタ ヤリスのクラスに置き換えます。また「昇格」Cilandak、南ジャカルタ タウンハウスに Rp 15 億の家。彼はまたファーストフードのフランチャイズ開くコス興産 Rp 6 億、Cinere Usd 7 億 5000 万のショップハウスで値 15 室を買った。(読んでも: 金持ちを得る人)このような人は今インドネシアの豊かな Amrul です。彼らのコンサートを見にジャカルタ シンガポールへ通勤または berpatungan 購入するエルメス バッグ冷ます。(以下 >>)現在インドネシアで行われた多くの国を席巻している段階です。2010 年に米国 $ 3000 の 1 人当たり所得とインドネシアの経済成長は貧困の淵から数百万人を持ち上げた。インドネシアの経済の約 70 % は、この新しいコンシューマー クラスによって支えられています。経済、インドネシア大学講師コラム ・ バスリ氏テンポ マガジンこのエディションについて説明しますこの問題をクリアします。日本や韓国などの国でグループの中流階級は経済成長を促進することができる証明しました。インドネシアでは、政府はこのグループの役割は無視されます。ただし、新しい消費者クラスの出現すべて肯定的ではありません。哲学講師インドネシア大学ロッキー島彰資本主義の寄生虫として彼らに呼ばれます。彼のコラムはこの問題を説明します。彼らは車を購入することができたアルファード、しかし常に立ち往生しているときの宣誓します。(読んでも: マリン Kundang ではないだから)経済的に強力ですが、新しい消費者グループに最小限の役割政治です。ケース Prita Mulyasari メディア ソーシャルネットワー キング サービスの不満としてオムニ国際病院タンゲランを訴えた患者例に示します。3 年前彼は Twitter や Facebook を介して人の数百万人によって守られます。しかし, その後、問題は終了します。Prita「放棄された感じる」と述べた。(読み取り: 虚辞 Tepublik Tweeps)。彼は最終的に 1 年間の試用期間を刑務所で 6 ヶ月を言い渡されました。今、彼女はすでにレビューを持ち上げた。「私は敢えてしないもう社会的なメディア文句を言う」と彼は言った。「意思決定に影響を及ぼす恐怖」Prita は、リスクはほとんどなくクリック操作行動主義と呼ばれるアクションの中流階級の多層防御の例です。はい、それは中流階級のインドネシアの肖像画です。詳細については、「金持ちになる人」による主要な報告書を読みます。
翻訳されて、しばらくお待ちください..
結果 (日本語) 2:[コピー]
コピーしました!
Dua puluh tahun lalu tak pernah kita bayangkan ini semua terjadi. Konser artis mancanegara diserbu penonton meski tiketnya belasan juta rupiah. Ribuan orang antre panjang untuk mendapatkan BlackBerry dan iPhone terbaru. Restoran fine dining sering kekurangan tempat duduk. Pengusaha muda beramai-ramai menjadi anggota kelompok kebugaran atau klub bermain golf.


Lebih dari sekadar fenomena yang mengejutkan, satu hal yang kerap luput dari pengamatan: jumlah orang yang punya daya beli "lebih dari cukup" itu terus bertambah. Jika ukuran Bank Dunia yang dipakai, yakni bahwa kelompok ini adalah mereka yang pengeluaran per kapita per harinya US$ 2-20, maka terdapat sekurang-kurangnya 130 juta orang. Angka itu 56,5 persen dari total penduduk Indonesia. Padahal, tujuh tahun sebelumnya, jumlahnya hanya 37,7 persen. (Baca juga: Kelas Pendorong Mesin Pertumbuhan)


Berminggu-minggu Tempo melakukan liputan mendalam tentang ledakan kelas konsumen baru. Tempo memotret gaya hidup sekelompok orang yang menyerbu tiket konser musik Evanescence, Roxette, Stevie Wonder, atau Dream Theater dan menghabiskan separuh penghasilannya untuk mencicil mobil terbaru. Siapa saja mereka? Apa latar belakang hidupnya, juga--jika ada--afiliasi politik mereka? Apakah mereka berpeluang menggerakkan ekonomi?


Amrullah, 33 tahun, adalah salah contoh tumbuhnya kelas konsumen baru. Pria asal Jember, Jawa Timur, itu punya hobi main baru: main golf. Ia pernah menjajal sejumlah lapangan di Jakarta, sampai ke Bali, Bintan, atau Batam. Saking gemarnya bermain golf, tahun lalu dia mendaftar sebagai anggota di Lapangan Golf Matoa, Ciganjur, Jakarta Selatan. Untuk itu, ia membayar hampir Rp 100 juta. Harga itu belum termasuk biaya tahunan Rp 6 juta.


Kata Amrul, bermain golf di Ibu Kota kini tidak seleluasa dulu. Sekarang, lapangan harus dipesan jauh-jauh hari. "Sekarang, orang main golf bertambah banyak," ujarnya.


Sepuluh tahun lalu, kisah Amrul, ketika dia baru di tiba Jakarta, ia menumpang tidur selama satu tahun di kamar kos kakak kelasnya di Setiabudi, Jakarta Selatan. Saat itu, ia baru bekerja sebagai konsultan di perusahaan milik bekas dosennya. Dua tahun setelah itu, ia membeli rumah tipe 70 dengan luas tanah 90 meter persegi di Cibubur. Harganya Rp 250 juta. Dari Cibubur, sehari-hari ia naik kendaraan umum. Baru beberapa bulan kemudian, ia membeli mobil. Tahun berganti, mobilnya pun ganti kelas dari Toyota Yaris ke Honda CRV. Rumahnya juga "naik pangkat" ke townhouse di Cilandak, Jakarta Selatan, seharga Rp 1,5 miliar. Dia juga membeli waralaba makanan cepat saji, membuka kos-kosan 15 kamar senilai Rp 600 juta, serta ruko di Cinere Rp 750 juta. (Baca juga: Mereka yang Beranjak Kaya)


Orang seperti Amrul ini kini jumlahnya berlimpah di Indonesia. Mereka bolak-balik Jakarta-Singapura untuk nonton konser atau berpatungan membeli tas Hermes biar keren. (Selanjutnya >>)



Yang berlangsung di Indonesia saat ini adalah fase yang telah dilalui banyak negara. Pertumbuhan ekonomi Indonesia--dengan pendapatan per kapita US$ 3.000-an pada 2010--telah mengangkat jutaan orang dari jurang kemiskinan. Sekitar 70 persen ekonomi Indonesia ditopang oleh kelas konsumen baru ini. Kolom dosen ekonomi Universitas Indonesia Chatib Basri di majalah Tempo edisi ini menjelaskan secara jernih soal ini. Di negara seperti Jepang dan Korea Selatan, kelompok kelas menengah ini terbukti bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia, pemerintah mengabaikan peran kelompok ini.


Namun, tumbuhnya kelas konsumen baru ini tak semuanya positif. Dosen filsafat Universitas Indonesia Rocky Gerung menyebut mereka sebagai parasit kapitalisme. Kolomnya menjelaskan soal ini. Mereka mampu beli mobil Alphard, tapi selalu mengumpat saat macet. (Baca juga: Agar Tak Jadi Malin Kundang)


Meski kuat secara ekonomi, kelompok konsumen baru ini memiliki peran yang minim dalam politik. Kasus Prita Mulyasari, pasien yang digugat rumah sakit Omni Internasional, Tangerang, karena mengeluhkan layanan di jejaring sosial media adalah contohnya. Tiga tahun lalu dia dibela oleh jutaan orang lewat Twitter dan Facebook. Tapi, setelah itu persoalan dianggap selesai. "Saya merasa ditinggal," kata Prita. (Baca: Sumpah Serapah Tepublik Tweeps).


Dia akhirnya dihukum enam bulan penjara dengan masa percobaan satu tahun. Kini, dia sudah melayangkan peninjauan kembali. "Saya tak berani lagi mengeluh di sosial media," katanya. "Takut mempengaruhi keputusan."


Prita adalah contoh pembelaan kelas menengah dalam sebuah aksi yang disebut click activism--aksi yang nyaris tanpa risiko. Ya, begitulah potret kelas menengah Indonesia. Selengkapnya baca laporan utama Tempo, "Mereka yang Beranjak Kaya".
翻訳されて、しばらくお待ちください..
 
他の言語
翻訳ツールのサポート: アイスランド語, アイルランド語, アゼルバイジャン語, アフリカーンス語, アムハラ語, アラビア語, アルバニア語, アルメニア語, イタリア語, イディッシュ語, イボ語, インドネシア語, ウイグル語, ウェールズ語, ウクライナ語, ウズベク語, ウルドゥ語, エストニア語, エスペラント語, オランダ語, オリヤ語, カザフ語, カタルーニャ語, カンナダ語, ガリシア語, キニヤルワンダ語, キルギス語, ギリシャ語, クメール語, クリンゴン, クルド語, クロアチア語, グジャラト語, コルシカ語, コーサ語, サモア語, ショナ語, シンド語, シンハラ語, ジャワ語, ジョージア(グルジア)語, スウェーデン語, スコットランド ゲール語, スペイン語, スロバキア語, スロベニア語, スワヒリ語, スンダ語, ズールー語, セブアノ語, セルビア語, ソト語, ソマリ語, タイ語, タガログ語, タジク語, タタール語, タミル語, チェコ語, チェワ語, テルグ語, デンマーク語, トルクメン語, トルコ語, ドイツ語, ネパール語, ノルウェー語, ハイチ語, ハウサ語, ハワイ語, ハンガリー語, バスク語, パシュト語, パンジャブ語, ヒンディー語, フィンランド語, フランス語, フリジア語, ブルガリア語, ヘブライ語, ベトナム語, ベラルーシ語, ベンガル語, ペルシャ語, ボスニア語, ポルトガル語, ポーランド語, マオリ語, マケドニア語, マラガシ語, マラヤーラム語, マラーティー語, マルタ語, マレー語, ミャンマー語, モンゴル語, モン語, ヨルバ語, ラオ語, ラテン語, ラトビア語, リトアニア語, ルクセンブルク語, ルーマニア語, ロシア語, 中国語, 日本語, 繁体字中国語, 英語, 言語を検出する, 韓国語, 言語翻訳.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: