Seperti seharusnya bilangan yang berurutan, track pertama di lagu ini bernomor urut 8. Sebuah nomor berjudul “Semesta” yang cukup melankolis dengan intro petikan gitar ala King of Convenience dan gesekan violin yang sublim dengan bunyi perkusi menjadi awalan manis untuk perjalanan kedua ini. Sebagai jeda dari spekulasi-spekulasi filosofis tentang hidup yang rumit, giliran “Women” menyuara dengan beat yang lebih trippy. Menit terakhir di nomor ini merupakan live record suasana jalan raya yang riuh, dilatari denting piano yang kemudian membisu, meninggalkan jalanan dan bel-bel kendaraan yang semrawut serta meninggalkan keruwetan yang mungkin tidak selalu romantis, tapi padanya ada kenyataan yang apa adanya. Begitukah wanita menurut mereka?