Hiro mengernyitkan dahinya ketika melihat Tadashi mulai kelihatan sedikit murung. Meski ekspresi itu ada hanya sepersekian detik tetapi Hiro tahu kakaknya itu menyimpan sesuatu darinya.
“Sebentar lagi ada pameran robot international tahunan dan Krai Tech adalah salah satu perusahaan yang mensponsori acara ini. Kau tahu betapa sibuknya aku sampai aku tak sempat ke SFIT akhir-akhir ini…”
Tadashi mengangguk mengerti. Ia lalu tersenyum lagi dan kemudian melanjutkan cerita tentang robot buatan mahasiswanya. Huh, siapa sangka Tadashi akan melamar jadi asisten professor? Tetapi tak ada profesi lain yang paling cocok untuk Tadashi selain mengajar. Kakaknya yang genius, sabar dan perhatian… yang disukai mahasiswanya, terutama mahasiswa cewek.
Hiro mendengus tanpa sadar, membuat kakaknya menaikkan alis.
“Um, bukan apa-apa.”
“Kau masih capek?”
“Yeah, sedikit? Maksudku… kita berkeliling kota seharian dan aku baru bisa tidur jam 3 tadi. Kau tahu… adrenalin.” Hiro tersenyum kecil sambil memukul bahu kakaknya. “The best birthday ever!”