Tadashi memiringkan badannya untuk menatap adiknya. “Aku senang kau menikmati acara kita tadi malam.” Senyum yang menempel di wajah Tadashi tidak lepas sama sekali. Ada lesung pipi disana yang membuat senyum lelaki dihadapannya semakin menarik. Kalau saja Tadashi bukan kakak kandungnya, ia takkan segan-segan mencium bibir dihadapannya, 30 senti lagi…
Suara panggilan masuk khas skype berbunyi membuyarkan lamunan Hiro.
“Oh itu pasti Take dan Tarou!” Hiro meloncat dari kasur untuk mengangkat panggilan itu, bukan untuk menenangkan detak jantungnya. Sungguh.
“BONEHEAD!” Teriak kakaknya, si Tarou. Kakak tertua dari si ganteng kembar tiga. Itu julukan dari bibi Cass, yang sempat membuat Hiro cemberut karena dia dapat julukan sarang burung. “OH MAN MY BIRTHDAY BOY!”
“Ya tuhan, Tarou gak usah teriak gitu kenapa? Kau membasahi dekstop laptopku.” Sahut kakaknya yang lain, Takehiko, atau biasa dipanggil Take. Kepalanya lalu muncul mendorong Tarou yang sedang sibuk tersenyum nyengir pada Hiro. “Minggir minggir aku mau lihat adikku.”
“Kau yang minggir!”
Tadashi memiringkan badannya untuk menatap adiknya. “Aku senang kau menikmati acara kita tadi malam.” Senyum yang menempel di wajah Tadashi tidak lepas sama sekali. Ada lesung pipi disana yang membuat senyum lelaki dihadapannya semakin menarik. Kalau saja Tadashi bukan kakak kandungnya, ia takkan segan-segan mencium bibir dihadapannya, 30 senti lagi…
Suara panggilan masuk khas skype berbunyi membuyarkan lamunan Hiro.
“Oh itu pasti Take dan Tarou!” Hiro meloncat dari kasur untuk mengangkat panggilan itu, bukan untuk menenangkan detak jantungnya. Sungguh.
“BONEHEAD!” Teriak kakaknya, si Tarou. Kakak tertua dari si ganteng kembar tiga. Itu julukan dari bibi Cass, yang sempat membuat Hiro cemberut karena dia dapat julukan sarang burung. “OH MAN MY BIRTHDAY BOY!”
“Ya tuhan, Tarou gak usah teriak gitu kenapa? Kau membasahi dekstop laptopku.” Sahut kakaknya yang lain, Takehiko, atau biasa dipanggil Take. Kepalanya lalu muncul mendorong Tarou yang sedang sibuk tersenyum nyengir pada Hiro. “Minggir minggir aku mau lihat adikku.”
“Kau yang minggir!”
翻訳されて、しばらくお待ちください..
