JEMBER-Aktivitas vulkanik gunung raung saat ini cenderung menurun. Meski demikian, lontaran material vulkanik masih terus terjadi dengan ketinggian lebih rendah. Guyuran debu vulkanik mulai banyak berdampak pada lahan pertanian warga. Sebagian petani terpaksa memanen tanamannya lebih awal, untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Lahan pertanian warga di desa Gung Malang, Kecamatan Sumberjambe, Jember. Desa yang berjarak sepuluh kilometer dari puncak gunung raung,terus diguyur material vulkanik debu bercampur pasir dalam beberapa hari terakhir.
Sepintas aktivitas warga relatif berjalan normal meski gunung raung masih terus bererupsi. Namun tidak demikian pada lahan pertanian warga, yang sebagian besar bercocok tanam sayuran dan holtikultura. Guyuran material vulkanik gunung raung, mulai berdampak pada rusaknya lahan pertanian warga. Akibatnya, sebagian petani pun terpaksa memanen tanamannya lebih awal untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Asmani salah satunya. Petani ini memilih memetik tanaman cabainya lebih, karena buahnya sudah mulai menghitam dan segera membusuk akibat hujan debu yang melanda desa ini. Selain cabai, jenis tanaman lain yang ditanam para petani di sejumlah wilayah di lereng gunung setinggi 3.332 ini pun, juga mengalami hal yang sama.
Aktivitas gempa tremor gunung raung yang berada di perbatasan Jember, Bondowoso dan Banyuwangi sendiri hari ini cenderung menurun, dan berada dalam kisaran 22 milimeter. Meski demikian, letusan material vulkanik berwarna kelabu masih terus terjadi dengan ketinggian 1.000 meter.
Arah angin saat ini berubah menuju utara dan timur laut, dan mengakibatkan hujan debu di wilayah Bondowoso, Situbondo dan Probolinggo.