Hiro menoleh melihat Tadashi berjalan mendatanginya. Ia membawa dua tas ransel dikedua tangannya. Kakaknya baru saja balik dari universitas. Tadashi lalu menaruh kedua tas ransel itu didekat kakinya. Alisnya naik melihat tumpukan kado di kasur adiknya, menggeleng terhibur, ia merebahkan diri disamping kado-kado itu. "Aku kangen mereka juga." Tadashi menatap langit-langit kamar dengan alis tertaut. Ia kemudian bangun dan mengarahkan tubuhnya ke Hiro, menopang tubuh dengan satu tangan. "Tarou dan Take akan datang pas liburan musim dingin. Bibi Cass meminta kita untuk berkumpul bersama selama beberapa hari dirumahnya. Kau sudah tahu, kan?" "Yeah, aku tahu. Bibi menambah satu tingkat lagi untuk kamar tamu, kan? Kemarin ia menelponku ketika kau keluar. Ah, aku kangen bibi juga." Hiro mengetuk-ketuk jari tangannya pelan di keyboard. “Sudah setahun kita hidup terpisah dengan Bibi, huh?”
“Yeah. Kita berhasil bertahan hidup.”
Hiro menoleh melihat Tadashi berjalan mendatanginya. Ia membawa dua tas ransel dikedua tangannya. Kakaknya baru saja balik dari universitas. Tadashi lalu menaruh kedua tas ransel itu didekat kakinya. Alisnya naik melihat tumpukan kado di kasur adiknya, menggeleng terhibur, ia merebahkan diri disamping kado-kado itu. "Aku kangen mereka juga." Tadashi menatap langit-langit kamar dengan alis tertaut. Ia kemudian bangun dan mengarahkan tubuhnya ke Hiro, menopang tubuh dengan satu tangan. "Tarou dan Take akan datang pas liburan musim dingin. Bibi Cass meminta kita untuk berkumpul bersama selama beberapa hari dirumahnya. Kau sudah tahu, kan?" "Yeah, aku tahu. Bibi menambah satu tingkat lagi untuk kamar tamu, kan? Kemarin ia menelponku ketika kau keluar. Ah, aku kangen bibi juga." Hiro mengetuk-ketuk jari tangannya pelan di keyboard. “Sudah setahun kita hidup terpisah dengan Bibi, huh?”
“Yeah. Kita berhasil bertahan hidup.”
翻訳されて、しばらくお待ちください..
