Aku.... Hamil, Guillam.

Aku.... Hamil, Guillam." Bibir Pete

Aku.... Hamil, Guillam."



Bibir Peter tak sempat bertemu dengan pinggir gelas teh yang sudah ia angkat setelah mendengar perkataan Hector barusan. Mau tidak mau Peter mengembalikan cangkir tehnya ke tempat semula, lalu memandang lurus kepada Hector yang duduk dengan gesture gugup di depannya.



Hector menelan ludah kasar. Alis matanya menekuk, ekspresi wajahnya berubah tegang. "Aku sudah membuat janji dengan dokter minggu depan. Aku akan segera membereskan masalah ini." Suaranya terdengar parau saat dia mengatakan akan menuntaskan 'masalah' ini.



Peter berkedip cepat. Menelaah banyak hal di dalam benaknya,



"Kamu sebenarnya tidak ingin membunuh bayi ini, bukan?" sang mata-mata MI6 mengambil kesimpulan.



Hector berdecak kaget, secara mental memaki dalam hati karena kok Peter bisa tahu. Intuisinya tajam sekali...



"Nggak! Aku gak menginginkannya! Bayi ini akan menghalangi pekerjaanku dan juga kamu, dan tak ada satupun dari kita yang bisa merawat seorang anak. Keputusanku sudah final, minggu depan aku akan menggugurkannya." Sahut Hector.



"You're a terrible liar, Dixon. Meski kamu kejam, kamu tidak berani untuk melukai anak-anak. Matamu tak bisa membohongi, kamu tidak mau melenyapkan bayi itu. You actually care, because it is your own baby." Perkataan Peter membungkam Hector.



Tiba-tiba saja suara tercekat lelah lepas dari mulut Hector yang gemetaran, "it's ours..." Gumam sang hitman.



'Ah, itu dia. Sentimen.'



Suara di dalam kepala Peter berkata, ditutup oleh tawa sinis memekakkan. Peter berusaha menghiraukannya.



Kemudian Peter bangkit dari tempat duduknya, langsung meraup tubuh Hector kedalam pelukan. Hector menyahut kaget saat Peter melingkarkan tangan ditubuhnya, memeluknya sangat erat sekali.



Suara lembut Peter berbisik di samping telinga Hector, "Aku tak akan memaksamu untuk melakukan apa yang tidak kamu kehendaki. Kalau kamu tidak ingin melenyapkan anak itu, maka aku akan mendukung keputusanmu. We're in this together, I will take the responsibility."



"Guillam..." Hector yang ragu sesaat merasa seperti keraguannya diangkat hilang seutuhnya kala Peter mengatakan akan bertanggung jawab dan tak menyuruh Hector untuk menggugurkan kandungannya. "Terima kasih." Dia mengutarakan rasa bersyukurnya dengan memeluk Peter balik, memendam wajahnya di sela leher sang pasangan.



Peter hampir saja tersenyum lepas apabila suara hasutan di kepalanya tak terdengar lagi. 'Eh? Apa yang kamu lakukan? Bodoh, anak itu tidak bisa lahir! Apa kamu lupa kosekuensinya?! Kamu seharusnya membiarkan dia untuk membunuhnya sebelum terlambat!' Suara itu terdengar seperti suara bisikan jahat, tidak terdengar manusia sama sekali.



Peter kembali menghiraukannya dengan mengecup kening kepala Hector lalu menuntunnya duduk kembali untuk membicarakan kondisinya.



'Peter Guillam! Hentikan ini! Kamu bukan hanya akan mempermalukan dirimu sendiri melainkan kalangan kita juga! Hentikan kegilaan ini, Peter!'



Berapakalipun suara mengerikan itu berteriak meminta jangan di dalam kepala Peter, tetap saja Peter mencuekinya habis-habisan. Seakan suara itu tak pernah ada sebelumnya...



...Sisi manusia Peter menang untuk kali ini.









Peter Guillam mungkin terlihat seperti pria biasa pada umumnya. Punya pekerjaan yang stabil, rumah, mobil, dan pasangan. Dia juga nampak biasa dengan potongan rambut model pendek berponi, mata biru cerah yang kontras dengan rambut pirang gelapnya, tinggi semampai, dan kondisi badan yang fit.



Yang tak diketahui oleh orang lain adalah, kalau Peter merupakan seorang Demon. Ya, iblis. Setan. Entah apalagi bahasa lainnya.



Kalangan iblis memang sering kali menyusup diantara manusia, menyamar sebagai salah satunya. Berjalan menggunakan kulit palsu yang seratus persen tidak bisa dibedakan dengan manusia asli. Banyak alasan kenapa para Iblis ini memilih berjalan berdampingan bersama manusia, ada yang ingin menganggu manusia secara lebih dekat, mendapatkan kekayaan haram, memuaskan hasrat birahi, memperbudak manusia, dan lain-lain.



Nah, alasan utama Peter ialah untuk memuaskan hasrat seksualnya.



Entah sudah berapa banyak orang yang menjadi korban Peter, dipakai secara seenaknya oleh sang Iblis seperti barang yang kalau rusak akan dibuang begitu saja... Peter tidak perduli dengan yang namanya perasaan selama dia mendapatkan apa yang ia mau. Harta, kekuasaan, kedudukan, dan seks.



Semua berubah ketika ia iseng mencoba pekerjaan sebagai MI6. Disanalah Peter belajar memahami manusia, yang akhirnya menumbuhkan perasaan sentimen/manusiawi di dalam dirinya. Sifat jahat yang Peter ketahui melekat di dalam hatinya berusaha ia dorong mati-matian, karena hidup bersama manusia telah membuatnya terlena dan Peter sering kali lupa kalau ia adalah seorang Iblis yang dalam segi apapun jauh lebih baik dari manusia.



Dan semua itu diperparah dengan kedatangan Hector Dixon.



Iblis tidak seharusnya jatuh cinta, apalagi kepada manusia biasa. Itu adalah hal yang tabu dan memalukan.



Apalagi Peter secara tidak sengaja menghamilinya sekarang.



Menjadikan anak yang dikandung Hector merupakan campuran dari manusia dan juga... Iblis. Yang entah bentuknya seperti apa, karena kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya.



Logikanya, Peter akan mengenyahkan anak itu karena menganggu kestabilan kaum mereka. Kalau anak itu lahir, banyak masalah yang akan timbul; seperti dia memiliki kekuatan melebihi manusia normal atau trait bawaan yang jahat. Pasti juga banyak iblis lain yang merendahkannya karena dia merupakan seorang Halfling, setengah manusia dan setengah iblis.



Karena itulah...



'Ini sudah memasuki bulan ke-5, Guillam.'



Suara menghenyakan itu berkata, terdengar muak. Peter mengangkat sebelah alisnya, untung dia sedang berada sendirian di dalam ruangan kerjanya. Jadi dia bisa lebih leluasa berkomunikasi dengan sisi iblisnya tersebut.



'Dan kamu belum juga mengenyahkan janin itu...'



Decakan kesal lepas dari mulut Peter. Lagi-lagi itu yang dibicarakan, tidakkah dia mengerti kalau Peter sudah tidak ingin mendengarkannya lagi?



'Jangan kamu cueki aku, brengsek. Kamu tidak bisa melupakan siapa dirimu yang sebenarnya. Kamu berharap bisa hidup normal bersama dengan kekasih kecilmu itu, iya? Dan mungkin bersama anak kalian nanti? Naif sekali, Guillam! Kamu itu Iblis, dan Iblis tidak seharusnya lemah seperti dirimu!'



BRAK!!



Tiba-tiba saja Peter melempar tempat pena yang ada diatas meja kerjanya ke dinding. Pena-pena mahal jatuh berhamburan ke lantai, isi tinta mereka mengujrat pecah mengotori dinding dan lantai dibawahnya. Suasana jadi hening sesaat.



"Diam," Peter menggeram kesal. Pandangan matanya memicing bahaya. "Berhenti mengangguku. Ini adalah keinginanku, biarkan aku menjalaninya sendiri. Kamu tidak punya hak untuk menghentikanku." Sergahnya.



Mendengar Peter yang membangkang balik, suara itu menaikan intonasi nadanya. Membuatnya terdengar lebih menakutkan, 'Aku tidak punya hak, katamu!? Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Kamu tidak bisa mengenyahkan diriku karena kita adalah SATU. Kita bukanlah manusia. Kita jauh lebih baik dari makhluk menjijikan itu!' Teriaknya.



Sebelum dia bisa berteriak lebih lanjut, pintu ruang kerja Peter terbuka.



"Peter? Apa yang terjadi?" Tanya Hector yang muncul dari balik pintu kayu rumah mereka. Sebelah tangan memegang protektif perutnya yang kian hari membesar sesuai dengan pertumbuhan janin di rahimnya. Mata Peter berubah sayu saat melihat perutnya Hector.



"Ah, tidak ada apa-apa, dear." Jawab Peter yang langsung bangkit dari tempatnya dan segera membereskan kekacauan yang sudah ia buat. "Aku... Tidak sengaja, aku tadi...."



Gak perlu dikatakan sepenuhnya Hector sudah tahu apa yang terjadi. Peter memang punya temperamen bertipe 'diam' namun sekalinya dia lepas, seluruh emosinya bakalan keluar. Tapi selama ini Peter belum pernah menjeplak langsung ke Hector. Jangankan ngomong kencang, berkata kasarpun tidak.



Hector melihat Peter berjongkok untuk membereskan pena dan tinta yang berhamburan, "Biar aku bantu." Dia tadinya mau ikut duduk membantu Peter,



"Tidak usah!" Peter sedikit menyahut. Menahan tangan Hector yang mau menyentuhnya. "Nanti kamu kecapekan, kasihan bayi kita." Katanya, terdengar sangat protektif.



Hector berkedip beberapa kali sebelum dumelan kecil lepas dari mulutnya. "Aku itu hamil, bukannya lemah; you fuck."



Toh meski kesal karena Peter memperlakukannya bak orang invalid selama hamil, Hector nurut saja tuh buktinya. Dia akhirnya cuman berdiri ngeliatin pasangannya itu ngebersihin semuanya.



Sebelum pergi keluar ruangan sambil ngebawa sampah, Peter sempet-sempetnya aja mencium kening kepala Hector. "Iya aku tahu kok kamu gak lemah, cuman aku tetap saja khawatir sama kamu. Dokter bilang kamu masih mengalami anemia, kan?" Kata Peter.



"Aku tahu, aku tahu... Aku harus mengingat keadaanku sendiri..." Sergah Hector.



'Hem. Lihat, belum lahir saja anak terkutukmu itu sudah dimanjakan dengan darah manusia. Terus-terusan mengambil darah Hector-tercintamu itu laksana parasit. Aku bisa memaafkanmu untuk mencintai Hector, tetapi ini? Tidak akan pernah. Kamu sudah membuatku malu.'



Suara itu kembali lagi.



Peter menahan dirinya buat tak menyahut balik, takut membuat Hector yang berada dalam satu ruangan curiga.



Sesungguhnya Peter takut dia tidak bisa menahan sisi gelapnya itu lebih lama. Karena setiap hari dia berubah semakin ganas, ingin mengambil alih tubuh Peter seutuhnya dan entah akan melakukan apa kepada Hector dan bayi mereka yang sangat ia benci...



Dan pada satu hari yang malang, Peter kehilangan kemanusiaannya.









"Loh? Aku kira kamu sudah berangkat kerja?"



Hector bersuara bingung melihat Peter yang berpakaian rapih tiba-tiba saja sudah berdiri di belakangnya. Seingat Hector, Peter seharusnya sudah pergi kerja 30 menit yang lalu... Kok dia malah kembali ke rumah? Apakah ada barang yang ketinggalan?



"Hector..." Kedua mata P
0/5000
ソース言語: -
ターゲット言語: -
結果 (英語) 1: [コピー]
コピーしました!
I .... Pregnant, Guillam. " Peter lips not had time to meet with the edge of the glass of tea he had adopted after hearing the words of Hector just now. Inevitably Peter returns to the original place of the tea cups, then looked straight to the Hector is sitting with a nervous gesture in front of him. Hector swallowed harshly. Eyebrow eyes face expression changed, bending strain. "I've made an appointment with the doctor next week. I will soon take care of this problem. " His voice sounded raucous when she said it would hammer out this ' problem '. Peter flashes quickly. Finding out many things in her mind, "You really don't want to kill this baby, isn't it?" the MI6 spy take conclusion. Hector berdecak shock, mentally cursing inwardly because kok Peter could know. Sharp Intuisinya once ... "Dont! I do not want it! This baby is going to hinder my job as well as you, and none of us could care for a child. Keputusanku already final, next week I'm going to menggugurkannya. " Hector Said. "You're a terrible liar, Dixon. Even though you are cruel, you dare not to hurt children. Your eyes cannot be deceived, you don't want to destroy the baby. You actually care, because it is your own baby. " The words of Peter silence Hector. All of a sudden just sounds tired tercekat escape from the mouth of the Hector gemetaran, "it's ours..." Gumam the hitman. ' Ah, that's him. ' sentiment. Sound inside the head Peter said, closed by cynical laughter memekakkan. Peter tried to ignore. Then Peter got up from his seat, immediately scooped up into the arms of Hector's body. Hector responded shocked when Peter loop hand remove his outer garments, hugged him very tightly indeed. Peter's soft voice whispered next to Hector's ear, "I'm not forcing you to do what you don't want. If you do not want to wipe out the child, then I will support your decision. We're in this together, I will take the responsibility. " "Guillam..." Hector hesitates for a moment feel like missing a whole raised doubts when Peter said it would be responsible and not told to abort her unborn child, Hector. "Thank you." He expressed a sense of grateful hug with Peter back, harbored her face in between the neck of the pair. Peter almost smiling off the when the sound of incitement in his head inaudible again. ' Eh? What are you doing? Foolish, the child could not be born! What you forget kosekuensinya?! You should allow him to kill it before it's too late! ' The voice sounded like a whisper of evil, sound doesn't sound human at all. Peter again relent with kiss the brow head Hector and then lead him to sit back to discuss his condition. ' Peter Guillam! Stop this! Not only will you embarrass yourselves but among us too! Stop this madness, Peter! ' Berapakalipun suara mengerikan itu berteriak meminta jangan di dalam kepala Peter, tetap saja Peter mencuekinya habis-habisan. Seakan suara itu tak pernah ada sebelumnya... ...Sisi manusia Peter menang untuk kali ini. Peter Guillam mungkin terlihat seperti pria biasa pada umumnya. Punya pekerjaan yang stabil, rumah, mobil, dan pasangan. Dia juga nampak biasa dengan potongan rambut model pendek berponi, mata biru cerah yang kontras dengan rambut pirang gelapnya, tinggi semampai, dan kondisi badan yang fit. Yang tak diketahui oleh orang lain adalah, kalau Peter merupakan seorang Demon. Ya, iblis. Setan. Entah apalagi bahasa lainnya. Kalangan iblis memang sering kali menyusup diantara manusia, menyamar sebagai salah satunya. Berjalan menggunakan kulit palsu yang seratus persen tidak bisa dibedakan dengan manusia asli. Banyak alasan kenapa para Iblis ini memilih berjalan berdampingan bersama manusia, ada yang ingin menganggu manusia secara lebih dekat, mendapatkan kekayaan haram, memuaskan hasrat birahi, memperbudak manusia, dan lain-lain. Nah, alasan utama Peter ialah untuk memuaskan hasrat seksualnya. Entah sudah berapa banyak orang yang menjadi korban Peter, dipakai secara seenaknya oleh sang Iblis seperti barang yang kalau rusak akan dibuang begitu saja... Peter tidak perduli dengan yang namanya perasaan selama dia mendapatkan apa yang ia mau. Harta, kekuasaan, kedudukan, dan seks. All changed when he idly tried jobs as MI6. That's where Peter learns to understand the man, who eventually fosters feelings of sentiment/human inside of her. The nature of evil that Peter knew inherent in his heart trying to thrust furiously, because he lived with humans has made him fall asleep and Peter often forget he is a Satan in any facet of far better than humans. And it was all compounded by the arrival of Hector Dixon. Satan is not supposed to fall in love, much less to the ordinary man. It is a taboo and shameful. Moreover, Peter accidentally impregnate her now. Make a child conceived Hector is a mix of human and also ... Satan. Who knows what kind of shape, because this incident has never happened before. Logically, Peter will rid the boy because they interfere with the stability of the House. If the child was born, a lot of issues that will arise; like he has power beyond normal human trait or innate evil. Certainly many other demons also demoralize him in order because he was a Halfling, half human and half demon. Because that's the ... ' It's already entered the 5th month, Guillam. ' Menghenyakan voice said, sounding disgusted. Peter raised next door to the alisnya, fortunately she was alone in the room works. So he could more freely communicate with the side of the demons. ' And you have not also remove the fetus it. .. ' Decakan pissed off from the mouth of Peter. Again it was spoken, wouldn't he understood if Peter had not wanted to listen to it again? ' Don't you cueki me, asshole. You can't forget who you really are. You can expect a normal life together with your lover that, Yes? And perhaps with you guys later? Naive once, Guillam! You were the devil, and Satan is not supposed to be weak as yourselves! ' BRAK!! All of a sudden just Peter throws the pen is on the table it works to the wall. Expensive pens fell tumbled to the floor, they ruptured mengujrat ink contents littering the walls and floors below. The atmosphere so silent a moment. "Silence," Peter snarled annoyed. Eyes memicing danger. "Stop mengangguku. This is my wish, let me live it yourself. You don't have permission to menghentikanku. " Sergahnya. Hear Peter's disobedience back, the voice intonation and increase its tone. Make it sound more frightening, ' I have no rights, you say!? I was you, and you is me. You can't get rid of me because we are one. We are not human beings. We are much better than the disgusting creature! ' Teriaknya. Before he can shout out further, the workspace is Peter open. "Peter? What's going on? " Ask Hector emerges from behind the wooden doors of their home. The next hand holding her belly growing day protective wax according to the growth of the fetus in her womb. Peter changed eyes glazed at the sight of her stomach Hector. "Ah, no nothing, dear." Peter replied that immediately rose from his place and soon cleared up the mess that he has made. "I ... Inadvertently, I had said it. ... " Not need to be said fully Hector already know what happened. Peter did have a temperament of type ' silent ' but once he's off, all his emotions going out. But during this time Peter has never been menjeplak directly to Hector. Never mind the way toned, said kasarpun not. Hector saw Peter Crouch down to clinch a pen and ink splatter, "Let me help you." He used to want to come sit down to help Peter, "Don't bother!" Peter responded a bit. Holding the hands of Hector wants to touch it. "Ye was exhausted, Later sorry for our baby." He said, sounding very protective. Hector flashes several times before the little dumelan off of her mouth. "I was pregnant, instead of feeble; you fuck. " Anyway even though it annoyed that Peter made it trough the invalid while pregnant, according to Hector got tuh proof. He ultimately stand ngeliatin cuman his partner it ngebersihin everything. Before you go out the room while ngebawa junk, Peter sempet-sempetnya wrote kiss the brow head Hector. "Yeah I know how you're not weak, only I still worry at you. Doctors said you still anemic, right? " Said Peter. "I know, I know ... I have to remember the situation themselves... " Sergah Hector. ' Hem. See, the unborn child just terkutukmu it's been pampered with human blood. Keep the blood taking Hector-tercintamu it like a parasite. I can memaafkanmu to love Hector, but this? Never will. You have made me ashamed. ' The sound was back again. Peter holds himself made no responded back, afraid to make Hector in one room suspiciously. Indeed Peter was afraid he couldn't resist its dark side is longer. Because every day he turns increasingly violent, wants to take over the body of Peter intact and whether it will do what to Hector and their baby that she hates the ... And on one unfortunate day, Peter loses his humanity. "The Tablets? I guess you already get to work? " Hector voiced bewilderment seeing Peter dressed presentable suddenly alone was standing behind him. As Hector, Peter should have been off work 30 minutes ago ... the Kok instead he returned home? If there are items being left out? "Hector's ..." Both eyes P
翻訳されて、しばらくお待ちください..
結果 (英語) 2:[コピー]
コピーしました!
Aku.... Hamil, Guillam."



Bibir Peter tak sempat bertemu dengan pinggir gelas teh yang sudah ia angkat setelah mendengar perkataan Hector barusan. Mau tidak mau Peter mengembalikan cangkir tehnya ke tempat semula, lalu memandang lurus kepada Hector yang duduk dengan gesture gugup di depannya.



Hector menelan ludah kasar. Alis matanya menekuk, ekspresi wajahnya berubah tegang. "Aku sudah membuat janji dengan dokter minggu depan. Aku akan segera membereskan masalah ini." Suaranya terdengar parau saat dia mengatakan akan menuntaskan 'masalah' ini.



Peter berkedip cepat. Menelaah banyak hal di dalam benaknya,



"Kamu sebenarnya tidak ingin membunuh bayi ini, bukan?" sang mata-mata MI6 mengambil kesimpulan.



Hector berdecak kaget, secara mental memaki dalam hati karena kok Peter bisa tahu. Intuisinya tajam sekali...



"Nggak! Aku gak menginginkannya! Bayi ini akan menghalangi pekerjaanku dan juga kamu, dan tak ada satupun dari kita yang bisa merawat seorang anak. Keputusanku sudah final, minggu depan aku akan menggugurkannya." Sahut Hector.



"You're a terrible liar, Dixon. Meski kamu kejam, kamu tidak berani untuk melukai anak-anak. Matamu tak bisa membohongi, kamu tidak mau melenyapkan bayi itu. You actually care, because it is your own baby." Perkataan Peter membungkam Hector.



Tiba-tiba saja suara tercekat lelah lepas dari mulut Hector yang gemetaran, "it's ours..." Gumam sang hitman.



'Ah, itu dia. Sentimen.'



Suara di dalam kepala Peter berkata, ditutup oleh tawa sinis memekakkan. Peter berusaha menghiraukannya.



Kemudian Peter bangkit dari tempat duduknya, langsung meraup tubuh Hector kedalam pelukan. Hector menyahut kaget saat Peter melingkarkan tangan ditubuhnya, memeluknya sangat erat sekali.



Suara lembut Peter berbisik di samping telinga Hector, "Aku tak akan memaksamu untuk melakukan apa yang tidak kamu kehendaki. Kalau kamu tidak ingin melenyapkan anak itu, maka aku akan mendukung keputusanmu. We're in this together, I will take the responsibility."



"Guillam..." Hector yang ragu sesaat merasa seperti keraguannya diangkat hilang seutuhnya kala Peter mengatakan akan bertanggung jawab dan tak menyuruh Hector untuk menggugurkan kandungannya. "Terima kasih." Dia mengutarakan rasa bersyukurnya dengan memeluk Peter balik, memendam wajahnya di sela leher sang pasangan.



Peter hampir saja tersenyum lepas apabila suara hasutan di kepalanya tak terdengar lagi. 'Eh? Apa yang kamu lakukan? Bodoh, anak itu tidak bisa lahir! Apa kamu lupa kosekuensinya?! Kamu seharusnya membiarkan dia untuk membunuhnya sebelum terlambat!' Suara itu terdengar seperti suara bisikan jahat, tidak terdengar manusia sama sekali.



Peter kembali menghiraukannya dengan mengecup kening kepala Hector lalu menuntunnya duduk kembali untuk membicarakan kondisinya.



'Peter Guillam! Hentikan ini! Kamu bukan hanya akan mempermalukan dirimu sendiri melainkan kalangan kita juga! Hentikan kegilaan ini, Peter!'



Berapakalipun suara mengerikan itu berteriak meminta jangan di dalam kepala Peter, tetap saja Peter mencuekinya habis-habisan. Seakan suara itu tak pernah ada sebelumnya...



...Sisi manusia Peter menang untuk kali ini.









Peter Guillam mungkin terlihat seperti pria biasa pada umumnya. Punya pekerjaan yang stabil, rumah, mobil, dan pasangan. Dia juga nampak biasa dengan potongan rambut model pendek berponi, mata biru cerah yang kontras dengan rambut pirang gelapnya, tinggi semampai, dan kondisi badan yang fit.



Yang tak diketahui oleh orang lain adalah, kalau Peter merupakan seorang Demon. Ya, iblis. Setan. Entah apalagi bahasa lainnya.



Kalangan iblis memang sering kali menyusup diantara manusia, menyamar sebagai salah satunya. Berjalan menggunakan kulit palsu yang seratus persen tidak bisa dibedakan dengan manusia asli. Banyak alasan kenapa para Iblis ini memilih berjalan berdampingan bersama manusia, ada yang ingin menganggu manusia secara lebih dekat, mendapatkan kekayaan haram, memuaskan hasrat birahi, memperbudak manusia, dan lain-lain.



Nah, alasan utama Peter ialah untuk memuaskan hasrat seksualnya.



Entah sudah berapa banyak orang yang menjadi korban Peter, dipakai secara seenaknya oleh sang Iblis seperti barang yang kalau rusak akan dibuang begitu saja... Peter tidak perduli dengan yang namanya perasaan selama dia mendapatkan apa yang ia mau. Harta, kekuasaan, kedudukan, dan seks.



Semua berubah ketika ia iseng mencoba pekerjaan sebagai MI6. Disanalah Peter belajar memahami manusia, yang akhirnya menumbuhkan perasaan sentimen/manusiawi di dalam dirinya. Sifat jahat yang Peter ketahui melekat di dalam hatinya berusaha ia dorong mati-matian, karena hidup bersama manusia telah membuatnya terlena dan Peter sering kali lupa kalau ia adalah seorang Iblis yang dalam segi apapun jauh lebih baik dari manusia.



Dan semua itu diperparah dengan kedatangan Hector Dixon.



Iblis tidak seharusnya jatuh cinta, apalagi kepada manusia biasa. Itu adalah hal yang tabu dan memalukan.



Apalagi Peter secara tidak sengaja menghamilinya sekarang.



Menjadikan anak yang dikandung Hector merupakan campuran dari manusia dan juga... Iblis. Yang entah bentuknya seperti apa, karena kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya.



Logikanya, Peter akan mengenyahkan anak itu karena menganggu kestabilan kaum mereka. Kalau anak itu lahir, banyak masalah yang akan timbul; seperti dia memiliki kekuatan melebihi manusia normal atau trait bawaan yang jahat. Pasti juga banyak iblis lain yang merendahkannya karena dia merupakan seorang Halfling, setengah manusia dan setengah iblis.



Karena itulah...



'Ini sudah memasuki bulan ke-5, Guillam.'



Suara menghenyakan itu berkata, terdengar muak. Peter mengangkat sebelah alisnya, untung dia sedang berada sendirian di dalam ruangan kerjanya. Jadi dia bisa lebih leluasa berkomunikasi dengan sisi iblisnya tersebut.



'Dan kamu belum juga mengenyahkan janin itu...'



Decakan kesal lepas dari mulut Peter. Lagi-lagi itu yang dibicarakan, tidakkah dia mengerti kalau Peter sudah tidak ingin mendengarkannya lagi?



'Jangan kamu cueki aku, brengsek. Kamu tidak bisa melupakan siapa dirimu yang sebenarnya. Kamu berharap bisa hidup normal bersama dengan kekasih kecilmu itu, iya? Dan mungkin bersama anak kalian nanti? Naif sekali, Guillam! Kamu itu Iblis, dan Iblis tidak seharusnya lemah seperti dirimu!'



BRAK!!



Tiba-tiba saja Peter melempar tempat pena yang ada diatas meja kerjanya ke dinding. Pena-pena mahal jatuh berhamburan ke lantai, isi tinta mereka mengujrat pecah mengotori dinding dan lantai dibawahnya. Suasana jadi hening sesaat.



"Diam," Peter menggeram kesal. Pandangan matanya memicing bahaya. "Berhenti mengangguku. Ini adalah keinginanku, biarkan aku menjalaninya sendiri. Kamu tidak punya hak untuk menghentikanku." Sergahnya.



Mendengar Peter yang membangkang balik, suara itu menaikan intonasi nadanya. Membuatnya terdengar lebih menakutkan, 'Aku tidak punya hak, katamu!? Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku. Kamu tidak bisa mengenyahkan diriku karena kita adalah SATU. Kita bukanlah manusia. Kita jauh lebih baik dari makhluk menjijikan itu!' Teriaknya.



Sebelum dia bisa berteriak lebih lanjut, pintu ruang kerja Peter terbuka.



"Peter? Apa yang terjadi?" Tanya Hector yang muncul dari balik pintu kayu rumah mereka. Sebelah tangan memegang protektif perutnya yang kian hari membesar sesuai dengan pertumbuhan janin di rahimnya. Mata Peter berubah sayu saat melihat perutnya Hector.



"Ah, tidak ada apa-apa, dear." Jawab Peter yang langsung bangkit dari tempatnya dan segera membereskan kekacauan yang sudah ia buat. "Aku... Tidak sengaja, aku tadi...."



Gak perlu dikatakan sepenuhnya Hector sudah tahu apa yang terjadi. Peter memang punya temperamen bertipe 'diam' namun sekalinya dia lepas, seluruh emosinya bakalan keluar. Tapi selama ini Peter belum pernah menjeplak langsung ke Hector. Jangankan ngomong kencang, berkata kasarpun tidak.



Hector melihat Peter berjongkok untuk membereskan pena dan tinta yang berhamburan, "Biar aku bantu." Dia tadinya mau ikut duduk membantu Peter,



"Tidak usah!" Peter sedikit menyahut. Menahan tangan Hector yang mau menyentuhnya. "Nanti kamu kecapekan, kasihan bayi kita." Katanya, terdengar sangat protektif.



Hector berkedip beberapa kali sebelum dumelan kecil lepas dari mulutnya. "Aku itu hamil, bukannya lemah; you fuck."



Toh meski kesal karena Peter memperlakukannya bak orang invalid selama hamil, Hector nurut saja tuh buktinya. Dia akhirnya cuman berdiri ngeliatin pasangannya itu ngebersihin semuanya.



Sebelum pergi keluar ruangan sambil ngebawa sampah, Peter sempet-sempetnya aja mencium kening kepala Hector. "Iya aku tahu kok kamu gak lemah, cuman aku tetap saja khawatir sama kamu. Dokter bilang kamu masih mengalami anemia, kan?" Kata Peter.



"Aku tahu, aku tahu... Aku harus mengingat keadaanku sendiri..." Sergah Hector.



'Hem. Lihat, belum lahir saja anak terkutukmu itu sudah dimanjakan dengan darah manusia. Terus-terusan mengambil darah Hector-tercintamu itu laksana parasit. Aku bisa memaafkanmu untuk mencintai Hector, tetapi ini? Tidak akan pernah. Kamu sudah membuatku malu.'



Suara itu kembali lagi.



Peter menahan dirinya buat tak menyahut balik, takut membuat Hector yang berada dalam satu ruangan curiga.



Sesungguhnya Peter takut dia tidak bisa menahan sisi gelapnya itu lebih lama. Karena setiap hari dia berubah semakin ganas, ingin mengambil alih tubuh Peter seutuhnya dan entah akan melakukan apa kepada Hector dan bayi mereka yang sangat ia benci...



Dan pada satu hari yang malang, Peter kehilangan kemanusiaannya.









"Loh? Aku kira kamu sudah berangkat kerja?"



Hector bersuara bingung melihat Peter yang berpakaian rapih tiba-tiba saja sudah berdiri di belakangnya. Seingat Hector, Peter seharusnya sudah pergi kerja 30 menit yang lalu... Kok dia malah kembali ke rumah? Apakah ada barang yang ketinggalan?



"Hector..." Kedua mata P
翻訳されて、しばらくお待ちください..
 
他の言語
翻訳ツールのサポート: アイスランド語, アイルランド語, アゼルバイジャン語, アフリカーンス語, アムハラ語, アラビア語, アルバニア語, アルメニア語, イタリア語, イディッシュ語, イボ語, インドネシア語, ウイグル語, ウェールズ語, ウクライナ語, ウズベク語, ウルドゥ語, エストニア語, エスペラント語, オランダ語, オリヤ語, カザフ語, カタルーニャ語, カンナダ語, ガリシア語, キニヤルワンダ語, キルギス語, ギリシャ語, クメール語, クリンゴン, クルド語, クロアチア語, グジャラト語, コルシカ語, コーサ語, サモア語, ショナ語, シンド語, シンハラ語, ジャワ語, ジョージア(グルジア)語, スウェーデン語, スコットランド ゲール語, スペイン語, スロバキア語, スロベニア語, スワヒリ語, スンダ語, ズールー語, セブアノ語, セルビア語, ソト語, ソマリ語, タイ語, タガログ語, タジク語, タタール語, タミル語, チェコ語, チェワ語, テルグ語, デンマーク語, トルクメン語, トルコ語, ドイツ語, ネパール語, ノルウェー語, ハイチ語, ハウサ語, ハワイ語, ハンガリー語, バスク語, パシュト語, パンジャブ語, ヒンディー語, フィンランド語, フランス語, フリジア語, ブルガリア語, ヘブライ語, ベトナム語, ベラルーシ語, ベンガル語, ペルシャ語, ボスニア語, ポルトガル語, ポーランド語, マオリ語, マケドニア語, マラガシ語, マラヤーラム語, マラーティー語, マルタ語, マレー語, ミャンマー語, モンゴル語, モン語, ヨルバ語, ラオ語, ラテン語, ラトビア語, リトアニア語, ルクセンブルク語, ルーマニア語, ロシア語, 中国語, 日本語, 繁体字中国語, 英語, 言語を検出する, 韓国語, 言語翻訳.

Copyright ©2025 I Love Translation. All reserved.

E-mail: