biarkan aku membasuh sepasang telapak kakimu, o, Wahai ibu
meski itu di luar perjamuan yang menghidangkan banyak lezat di kalbu
karena di dalam kalbu, jauh di pedalaman jiwaku, bahkan bunga
mekar tanpa warni dan warna. tiap helai kelopaknya menyerah pada perut belanga
yang menampung air hujan semalaman di paruh musim kemarau panjang
ketika sore, siang dan pagi hingga malam sesudah senja mengelam muram dan bimbang.