Kepala Seksi Pendidikan Luar Sekolah Suku Dinas Pendidikan Menengah Tinggi (Dikmenti) Kota Madya Jakarta Utara, Singgih Praptanugraha, kepada wartawan Rabu (23/4) mengatakan, selain alasan ekonomi, yang menjadi faktor sehingga mereka tidak menyelesaikan sekolahnya, antara lain, terlibat kasus narkoba.