Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tabanan terbilang sangat kecil, hanya mencapai 200 milyar rupiah pertahun. Padahal daerah “Lumbung Beras Bali” ini memiki beragam potensi. Jika saja digarap serius akan mendatangkan PAD yang cukup besar hingga bisa digunakan membiayai pembangunan daerah. Salah satunya ialah Geothermal Bedugul.
Hal itu usulkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Tabanan, I Wayan Eddy Nugraha Giri, SH.,MM., dalam upaya menggali penambahan sumber PAD Kabupaten Tabanan guna membiayai sejumlah program pembangunan. Tentu pada gilirannya akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Politikus PDIP asal Desa Gadungan, Seltim ini menyebutkan, salah satu potensi yang dimiliki Tabanan adalah sumber listrik, yakni sumber tenaga listrik panas bumi atau geothermal Bedugul yang saat ini belum ada kejelasan pasca eksplorasi beberapa tahun silam. Bahkan sempat menuai pro dan kontra dari berbagai elemen masyarakat Bali.
“Dari beberapa tempat yang menjadikan panas bumi sebagai sumber listrik, seperti di Mojang Jawa Barat dan Selandia Baru tidak begitu merugikan dibandingkan dengan dampak keuntungan yang didapatkan,” kata dia.
Di Selandia Baru, imbuhnya, hasil panas turbin dari geothermal didesain sedemikian rupa utk menambah daya tarik danau. Uap yang dihasilkan dari turbin geothermal dimanfaatkan untuk membuat danau menjadi berasap sepanjang waktu. Ini kemudian menjadikan danau tersebut sangat unik dan sangat diminati kalangan wisatawan.
"Jika geothermal Bedugul digarap maksimal, selain dapat pasokan listrik, uapnya juga dapat dimanfaatkan untuk menambah daya tarik Danau Beratan", sebutnya. "Ini tentu akan Danau Beratan menjadi sangat unik dibandingkan danau lainnya, sehingga akan semakin diminati wisatawan dan PAD dari sektor pariwisata juga akan bertambah.
Lebih jauh lagi Eddy Nugraha Giri mengatakan, mengenai kerusakan lingkungan yang kemungkinan ditimbulkan baginya tidak perlu dikhawatirkan. Sekali lagi ia menegaskan, pada beberapa tempat pembangkit listrik tenaga panas bumi tidak mengakibatkan kerusakan parah. Justru sebaliknya banyak dampak positifnya.
Khusus seperti di Mojang, dengan adanya pembangkit listrik panas bumi tersebut, wilayah sekitarnya tertata, sekolah digratiskan, fasilitas umum termasuk tempat ibadah dirawat baik.
Berkaitan dengan krisis air yang dikawatirkan sebagian pihak menurutnya tidak benar. Geothermal tidak membutuhkan air banyak dan tidak sampai menyedot air danau.
Geothermal menurutnya hanya membutuhkan sedikit air dan cukup dengan air hujan saja.
Yang terpenting lanjutnya, adalah dalam hal kejelasan pengelolaan dan kepemilikan. Pemkab. Tabanan harus menjadi pemilik dengan pengelolaan yang melibatkan pihak-pihak yang profesional.
Sementara berkaitan dengan permodalan bisa melibatkan investor yang tentunya harus tunduk dengan aturan main Pemkab. Tabanan. Hasil produksi listriknya kemudian dijual kepada PLN untuk didistribusikan kepada pelanggan.
"Intinya berkaitan dengan Geothermal Bedugul, Pemkab. Tabanan tidak hanya puas sebatas menerima pajak. Tetapi harus jadi pemain utama", sebutnya. "Kalau hanya dapat pajak saja dan kepemilikannya bukan Pemkab. Tabanan, saya juga sangat menolak geothermal Bedugul", tegasnya.