Bisnis.com, JAKARTA--Emiten pelayaran PT Arpeni Pratama Ocean Lines Tbk. (APOL) memastikan restrukturisasi utang
perseroan terganjal lantaran kreditor bukan hanya sektor swasta, tetapi juga badan usaha milik negara (BUMN).
Ferdy Suwandi, Sekretaris Perusahaan Arpeni Pratama Ocean, mengatakan skema restrukturisasi telah disampaikan ke
dalam rapat kreditor pada 25 November 2015. Restrukturisasi dijadwalkan bakal dilakukan tahun ini.
"Dikrenakan kreditor perseroan bukan hanya pihak swasta, namun juga pihak BUMN, maka tidak mudah untuk kreditor
swasta dan BUMN satu suara dengan seluruh rencana skema restrukturisasi yang telah disampaikan perseroan," ungkapnya
dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Senin (25/1/2016).
Menurutnya, jika skema restrukturisasi tidak sesuai rencana, perseroan berjanji akan mencari solusi terbaik bagi semua
kreditor, pemegang obligasi, serta pemegang saham.
Saat ini, skema restrukturisasi masih dalam tahap proses penghitungan kembali oleh konsultan keuangan Deloitte
Indonesia. Bila telah rampung, perseroan akan menyampaikan kepada kreditor.
Hingga 31 Maret 2015, anak usaha APOL, yakni Arpeni Marine Co. Pte. Ltd. (ARS), masih bernegosiasi dengan UOB Limited
Singapura untuk merestrukturisasi utangnya. Di samping itu, ARS dan Mount Lawu LLC telah menerima pemberitahuan
gagal bayar dari DVB Group Merchant Bank (Asia), Ltd., Singapura sebesar US$728.446 dan US$1,34 juta.
Sampai 30 April 2015, anak usaha itu dan entitas induk sebagai penjamin belum menyelesaikan pinjaman tersebut.
Per 30 September 2015, liabilitas APOL mencapai Rp6,77 triliun, lebih tinggi dari akhir tahun sebelumnya Rp6,02 triliun.
Defisiensi modal mencapai Rp1,79 triliun dari sebelumnya Rp1,85 triliun.
Pinjaman bank jangka pendek mencapai Rp1,9 triliun dari tahun lalu Rp600,5 miliar dengan utang obligasi Rp2,41 triliun dari
Rp167,78 miliar.
Adapun, utang bank jangka panjang mencapai Rp95,9 miliar dari tahun sebelumnya Rp1,5 triliun. Utang obligasi tercatat nol
dari sebelumnya Rp1,95 triliun.
Bisnis.com、ジャカルタ-発行者クルーズPT ArpeniプラタマオーシャンラインTbkの。(APOL)リストラ債務を保証債権者が単に民間部門だけでなく、国有企業(国有企業)ではないため、妨げ会社を。Ferdy Suwandi、コーポレート・セクレタリーArpeniプラタマオーシャンは、再編スキームがに提出されていると述べ、2015年再編スケジュール11月25日に債権者の会合今年行われます。"Dikrenakan債権者の会社はただ民間企業ではなく、また、国有企業、それが債権者のために容易ではない会社を提供してきました全体計画の再構築方式で民間と国有1つのボイスの、"と彼は言った、インドネシア証券取引所への開示に月曜日(2016年1月25日)は。スキームは、適切な再建計画がない場合は彼によると、同社はすべてのための最善の解決策を見つけることを約束した債権者、社債保有者、および株主を。現在、リストラ計画は、金融コンサルタント、デロイトバック計数処理の段階にとどまっていますインドネシア。完了すると、同社は債権者にお届けします。2015年3月31日、APOL、すなわちArpeniマリン(株)の子会社のように Pte。株式会社 (ARS)は、まだUOB限定で交渉している債務を再編するシンガポール。また、ARSとマウントLawu LLCは予告受けた米$ 1.34百万米国の$ 728446を相当DVBグループマーチャント・バンク(アジア)有限公司、シンガポールからのデフォルトのをと。2015年4月30のように、子会社や保証人などの親エンティティ融資を完了していない。2015年9月30日の時点で、負債APOLは、前期末Rp6,02兆円よりも高く、Rp6,77兆に達した。資本の欠損がRp1.85兆からRp1.79兆に達した。借入短期銀行は、Rp1をに達しました債券債務昨年9兆Rp600,5億Rp2,41兆Rp167,78億円となりました。一方、長期銀行借入金はRp1.5兆前年からRp95,9億に達しました。ゼロ債券債務を計上し、前Rp1.95兆から。
翻訳されて、しばらくお待ちください..
