Dani Jumadil Akhir
Jurnalis
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menerima Delegasi General Electric (GE) Global Growth and Organization. Jokowi ditemani oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno dan direksi PT PLN (Persero). Selain itu dihadiri Chief Executive Officer (CEO) GE Indonesia Handry Satriago
Sudirman mengatakan, dalam pertemuan tersebut, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk rencana investasi di Indonesia. Terlebih lagi, GE mempunyai kemampuan teknologi yang unggul dalam membangun pembangkit listrik. Diperkirakan, investasi tersebut sekira USD400 juta.
"Soal ketenagalistrikan. Mereka sudah diskusi dengan PLN, dengan saya tiga bulan lalu lah usulannya. Terus tadi sudah bertemu menteri BUMN, kemudian lapor Presiden. Mengenai rencana investasi mereka," kata Sudirman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2015).
"Kalau itu tahap pertama nilai investasi untuk 1.000 mw, USD400 juta dolar. Itu masih harus dihitung lagi. Tapi dalam waku satu tahun kedepan, dengan teknologi itu bisa tercapai 1.000 mw," sambungnya.
Menurut Sudirman, GE bakal membangun pembangkit listrik dengan menggunakan turbin gas yang mobile, sehingga dapat menjangkau daerah terpencil.
"Teknologi GE unggul lah ya, kemudian ramah lingkungan juga, teknisnya mereka mau bangun turbin gas yang bisa mobile yang bs ditempatkan di daerah-daerah terpencil," paparnya.
Namun, Presiden Jokowi kata Sudirman meminta agar pembangun pembangkit listrik tersebut dapat memfokuskan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).
"Pak Presiden menekankan perlunya di kembangkan lokal konten semaksimal mungkin, pada waktu merakit, pada waktu maintenance. GE juga punya bebebrapa capability di bidang health care, tadi bu menteri BUMN. Tapi di tempat saya yang bersifat elektrifikasi," terangnya.
結果 (
日本語) 1:
[コピー]コピーしました!
Dani Jumadil AkhirJurnalisJAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja menerima Delegasi General Electric (GE) Global Growth and Organization. Jokowi ditemani oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno dan direksi PT PLN (Persero). Selain itu dihadiri Chief Executive Officer (CEO) GE Indonesia Handry Satriago Sudirman mengatakan, dalam pertemuan tersebut, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) berkomitmen untuk rencana investasi di Indonesia. Terlebih lagi, GE mempunyai kemampuan teknologi yang unggul dalam membangun pembangkit listrik. Diperkirakan, investasi tersebut sekira USD400 juta."Soal ketenagalistrikan. Mereka sudah diskusi dengan PLN, dengan saya tiga bulan lalu lah usulannya. Terus tadi sudah bertemu menteri BUMN, kemudian lapor Presiden. Mengenai rencana investasi mereka," kata Sudirman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2015)."Kalau itu tahap pertama nilai investasi untuk 1.000 mw, USD400 juta dolar. Itu masih harus dihitung lagi. Tapi dalam waku satu tahun kedepan, dengan teknologi itu bisa tercapai 1.000 mw," sambungnya.Menurut Sudirman, GE bakal membangun pembangkit listrik dengan menggunakan turbin gas yang mobile, sehingga dapat menjangkau daerah terpencil."Teknologi GE unggul lah ya, kemudian ramah lingkungan juga, teknisnya mereka mau bangun turbin gas yang bisa mobile yang bs ditempatkan di daerah-daerah terpencil," paparnya.しかし、大統領 Jokowi 発電開発者レベルの国内コンテンツ (TKDN) に焦点を当てることができます彼の要求は言った。「大統領閣下を強調した開発のローカル コンテンツの必要性、可能な限り完全にメンテナンスの時、組み立ての時に。GE は、ヘルスケア、最後の国有企業大臣 bu の分野で bebebrapa 機能があります。しかし、私の場所では電化、"彼は説明しました。
翻訳されて、しばらくお待ちください..
