Pengusaha Jepang ke Indonesia Jual Teknologi Ternak Sapi
Jumat, 26 September 2014 07:25 WIB
Pengusaha Jepang ke Indonesia Jual Teknologi Ternak Sapi
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yoshiaki Shimazaki (61) pengusaha sapi Hokkaido Jepang yang akan ke Indonesia November 2014 mendatang.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Yoshiaki Shimazaki (61), pengusaha sapi Hokkaido Jepang bersama asosiasinya akan ke Indonesia bulan November mendatang guna menjual teknologi beternak sapi terbaik cara Jepang serta menjual daging sapi terbaiknya Wagyu dari Jepang.
"Kami akan ke Indonesia sekitar November mendatang," paparnya khusus kepada Tribunnews.com di peternakannya.
Saat ini Shimazaki memiliki 550 sapi yang sangat potensial untuk dijual atau pun menghasilkan susu sangat enak. Untuk makanannya pun memang khusus dengan teknologinya gaya Jepang.
"Teknologi gaya luar Jepang memang bagus tetapi tidak cocok, kurang bisa diterapkan di sini terutama cara memberikan makanan dan jenis makanan kepada sapi di sini. Demikian pula air di Jepang sini sangat enak dan baik sehingga ikut membentuk menjadi sapi terbaik serta enak disantap," kata Shimazaki.
Rumput 75 persen dari Jepang sedangkan sisanya grain dari luar, impor dengan bahan terbaik. Karena adanya bahan impor dan nilai tukar berbeda-beda, harga jual pun jadi berubah-ubah pula.
Saat ini sekitar 260 juta yen penghasilannya dari peternakan sapi dimana 70 persen dari penjualan susu, 20 persen dari penjualan daging, 5 persen dari subsidi pemerintah pusat dan sisanya dari penjualan lainnya.
Jumlah peternak sapi semakin sedikit saat ini sehingga peternakan Shimazaki yang tadinya hanya satu lokasi saja kini dia punya lima lokasi peternakan di Kota Betsukai.
Terkait#Jepang
Baca Juga
Godzilla Didaulat Menjadi Warga Negara Jepang
Markas Yakuza Jepang Digerebeg, Top Bos Ditangkap Polisi
Anggaran Pendidikan Jepang 300 M Yen untuk Guru Bahasa Inggris Hasilnya Nol
Pemagang Asing Ke Jepang Itu Pembohongan
Jepang Tak Mungkin Jualan Senjata Militer
Editor: Dewi Agustina