Senin, 3 Agustus 2015, PT Mandom Indonesia Tbk dan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga karyawan yang meninggal dalam musibah kebakaran tanggal 10 Juli 2015 lalu. Bertempat di Kantor Pusat PT Mandom Indonesia Tbk, acara penyerahan santunan dihadiri oleh perwakilan keluarga dari ke-21 karyawan yang meninggal dunia.
Mandom Indonesia tengah dan masih berduka atas musibah kebakaran tersebut. Bukan hanya kehilangan teman dan rekan kerja, Mandom Indonesia kehilangan bagian dari keluarga besar perusahaan. Musibah ini adalah kejadian yang sama sekali tidak diinginkan bagi perusahaan yang mempunyai semangat OYAKUDACHI atau tumbuh bersama-sama dimana karyawan memegang peranan terbesar dalam semangat ini. Oleh karena itu, Manajemen dan segenap karyawan perusahaan bahu-membahu saling bekerja sama dalam menangani karyawan yang meninggal dunia maupun yang saat ini tengah di rawat di rumah sakit dan memberikan dukungan serta pendampingan kepada keluarga karyawan termasuk mengurus dan mendampingi selama proses pemakaman karyawan yang meninggal dunia.
Kegiatan mengurus dan mendampingi keluarga korban selama di rumah sakit dan proses pemakaman dilakukan oleh direksi dan team relawan, yang merupakan karyawan perseroan, yang dibentuk segera setelah kejadian. Mulai hari itu Direksi dan team relawan melakukan piket jaga untuk membantu kebutuhan pasien dan keluarga di rumah sakit, secara bergantian selama 24 jam.
Para team relawan memastikan keluarga mendapatkan ruang tunggu yang memadai, memenuhi kebutuhan konsumsi selama sahur dan buka puasa, mendistribusikan uang transport dan konsumsi, karpet dan fasilitas lain yang dibutuhkan, serta siaga memenuhi kebutuhan donor darah yang sewaktu-waktu diperlukan. Team relawan mendata golongan darah karyawan yang memenuhi syarat sebagai pendonor dan melakukan koordinasi dengan PMI dan rumah sakit terkait untuk memastikan ketersediaan darah saat dibutuhkan.
Selama libur Lebaran, piket jaga tetap dilakukan, bahkan Direksi dan karyawan setiap hari tetap menjalankan tugas piket jaga. Sedangkan untuk 2 hari Idul Fitri piket dilakukan oleh karyawan yang tidak merayakan Idul Fitri. Sebagian Direksi dan karyawan yang sudah berencana untuk melakukan perjalanan mudik pun memutuskan untuk stand-by di Jakarta. Mereka yang tidak mempunyai jadwal piket juga datang untuk memberikan dukungan, bantuan, doa, dan semangat kepada para pasien dan keluarga.
Sementara itu, di tanggal 15 Juli 2015, 2 hari sebelum Idul Fitri, dilakukan penyerahan jenazah 5 karyawan yang meninggal di lokasi kejadian oleh Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Pol Nandang Jumantara dan Presiden Direktur/CEO PT Mandom Indonesia Tbk, Muhammad Makmun Arsyad. 3 jenazah dimakamkan di Jakarta didampingi oleh perwakilan Manajemen dan karyawan perusahaan. Sementara 2 jenazah dimakamkan di luar kota didampingi oleh perwakilan dari Serikat Pekerja perusahaan. Bahkan tim Serikat Pekerja terus stand-by berkeliling di luar kota dan menghadiri pemakaman beberapa karyawan yang meninggal menjelang dan sesudah hari Idul Fitri. Begitu juga karyawan yang sudah dalam posisi mudik di luar kota, ikut hadir untuk mengantarkan doa pada para almarhum dan almarhumah.
Pengajian, tahlilan, dan tausiah digelar di kantor perusahaan untuk mengirimkan doa kepada para almarhum dan almarhumah yang telah mendahului menghadap Allah SWT dan mendoakan agar rekan-rekan yang masih dirawat di rumah sakit agar lekas sembuh. Selain itu, pengajian juga dilakukan untuk memberikan ketenangan di hati para karyawan agar bisa bersiap untuk memulai kerja lagi di perusahaan.
Sampai saat ini tim relawan masih meneruskan jadwal piket jaga di rumah sakit. Hal ini akan terus dilakukan sampai seluruh pasien dinyatakan boleh pulang dan dapat menjalani rawat jalan. Perusahaan pun akan menfasilitasi rawat jalan sampai seluruh pasien sembuh.
結果 (
日本語) 1:
[コピー]コピーしました!
Senin, 3 Agustus 2015, PT Mandom Indonesia Tbk dan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan kepada keluarga karyawan yang meninggal dalam musibah kebakaran tanggal 10 Juli 2015 lalu. Bertempat di Kantor Pusat PT Mandom Indonesia Tbk, acara penyerahan santunan dihadiri oleh perwakilan keluarga dari ke-21 karyawan yang meninggal dunia.Mandom Indonesia tengah dan masih berduka atas musibah kebakaran tersebut. Bukan hanya kehilangan teman dan rekan kerja, Mandom Indonesia kehilangan bagian dari keluarga besar perusahaan. Musibah ini adalah kejadian yang sama sekali tidak diinginkan bagi perusahaan yang mempunyai semangat OYAKUDACHI atau tumbuh bersama-sama dimana karyawan memegang peranan terbesar dalam semangat ini. Oleh karena itu, Manajemen dan segenap karyawan perusahaan bahu-membahu saling bekerja sama dalam menangani karyawan yang meninggal dunia maupun yang saat ini tengah di rawat di rumah sakit dan memberikan dukungan serta pendampingan kepada keluarga karyawan termasuk mengurus dan mendampingi selama proses pemakaman karyawan yang meninggal dunia.Kegiatan mengurus dan mendampingi keluarga korban selama di rumah sakit dan proses pemakaman dilakukan oleh direksi dan team relawan, yang merupakan karyawan perseroan, yang dibentuk segera setelah kejadian. Mulai hari itu Direksi dan team relawan melakukan piket jaga untuk membantu kebutuhan pasien dan keluarga di rumah sakit, secara bergantian selama 24 jam.Para team relawan memastikan keluarga mendapatkan ruang tunggu yang memadai, memenuhi kebutuhan konsumsi selama sahur dan buka puasa, mendistribusikan uang transport dan konsumsi, karpet dan fasilitas lain yang dibutuhkan, serta siaga memenuhi kebutuhan donor darah yang sewaktu-waktu diperlukan. Team relawan mendata golongan darah karyawan yang memenuhi syarat sebagai pendonor dan melakukan koordinasi dengan PMI dan rumah sakit terkait untuk memastikan ketersediaan darah saat dibutuhkan.Selama libur Lebaran, piket jaga tetap dilakukan, bahkan Direksi dan karyawan setiap hari tetap menjalankan tugas piket jaga. Sedangkan untuk 2 hari Idul Fitri piket dilakukan oleh karyawan yang tidak merayakan Idul Fitri. Sebagian Direksi dan karyawan yang sudah berencana untuk melakukan perjalanan mudik pun memutuskan untuk stand-by di Jakarta. Mereka yang tidak mempunyai jadwal piket juga datang untuk memberikan dukungan, bantuan, doa, dan semangat kepada para pasien dan keluarga.Sementara itu, di tanggal 15 Juli 2015, 2 hari sebelum Idul Fitri, dilakukan penyerahan jenazah 5 karyawan yang meninggal di lokasi kejadian oleh Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Pol Nandang Jumantara dan Presiden Direktur/CEO PT Mandom Indonesia Tbk, Muhammad Makmun Arsyad. 3 jenazah dimakamkan di Jakarta didampingi oleh perwakilan Manajemen dan karyawan perusahaan. Sementara 2 jenazah dimakamkan di luar kota didampingi oleh perwakilan dari Serikat Pekerja perusahaan. Bahkan tim Serikat Pekerja terus stand-by berkeliling di luar kota dan menghadiri pemakaman beberapa karyawan yang meninggal menjelang dan sesudah hari Idul Fitri. Begitu juga karyawan yang sudah dalam posisi mudik di luar kota, ikut hadir untuk mengantarkan doa pada para almarhum dan almarhumah.Pengajian, tahlilan, dan tausiah digelar di kantor perusahaan untuk mengirimkan doa kepada para almarhum dan almarhumah yang telah mendahului menghadap Allah SWT dan mendoakan agar rekan-rekan yang masih dirawat di rumah sakit agar lekas sembuh. Selain itu, pengajian juga dilakukan untuk memberikan ketenangan di hati para karyawan agar bisa bersiap untuk memulai kerja lagi di perusahaan.Sampai saat ini tim relawan masih meneruskan jadwal piket jaga di rumah sakit. Hal ini akan terus dilakukan sampai seluruh pasien dinyatakan boleh pulang dan dapat menjalani rawat jalan. Perusahaan pun akan menfasilitasi rawat jalan sampai seluruh pasien sembuh.
翻訳されて、しばらくお待ちください..
